Kota Mataram

Pasca Kebakaran SPPG Kekalik Jaya: Operasional Dihentikan Sementara, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Mataram (NTBSatu) – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kekalik Jaya, Kota Mataram, terpaksa dihentikan sementara menyusul musibah kebakaran yang melanda pada Kamis sore, 9 April 2026. Api diduga kuat berasal dari korsleting listrik di area lantai atas gedung.

Kepala SPPG Kekalik Jaya, Dewi Anjani menjelaskan, saat kejadian tidak ada aktivitas memasak di lokasi. “Operasional saat itu hanya terbatas pada pencucian ompreng,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 10 April 2026.

IKLAN

Kebakaran pertama kali terdeteksi oleh dua orang relawan yang sedang bersiap menunaikan ibadah salat. Salah satu relawan mencium bau gosong dan setelah memeriksa lantai atas, keduanya melihat kepulan asap hitam pekat serta api yang mulai membesar.

“Relawan sempat mencoba memadamkan dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun api sudah terlalu besar. Kami langsung mengambil tindakan darurat mematikan aliran listrik dan mengeluarkan tabung gas untuk menghindari ledakan,” tambah Dewi.

Pihak pengelola mencatat, kerusakan signifikan pada area gudang dan musala di lantai atas. Mitra SPPG Kekalik Jaya, Rusniah menyebutkan, sejumlah barang penting hangus terbakar dalam insiden ini.

“Barang yang terbakar mencakup sekitar 4.000 tote bag, beberapa ompreng yang tidak terpakai, ban serep untuk mobil operasional, hingga perangkat printer di gudang,” ungkap Ira.

Meski tidak ada korban jiwa, pihak pengelola mengaku masih mengalami syok dan belum bisa merinci total kerugian materi secara keseluruhan. “Kalau kerugian mungkin bisa sampai ratusan juta, tetapi kami belum bisa memberikan angka pastinya,” jelas Rusniah.

Selain barang-barang tersebut, kerusakan bangunan juga terlihat pada plafon di area pemuatan makanan yang jebol akibat tekanan air saat proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran.

Nasib Penerima Manfaat

Insiden ini berdampak langsung pada pelayanan gizi di wilayah tersebut. Dewi Anjani menyebutkan, SPPG Kekalik Jaya melayani cukup banyak masyarakat. “Penerima manfaat kita awalnya berjumlah 3.800 orang, namun saat ini berada di angka 2.200 orang,” jelasnya.

Sesuai instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), operasional SPPG Kekalik Jaya akan ditutup total hingga seluruh perbaikan gedung selesai dilakukan dan dinyatakan aman untuk kembali beraktivitas. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button