Efek Menjamurnya Restoran Baru, PAD Kota Mataram Diprediksi Naik Tajam
Mataram (NTBSatu) – Tren menjamurnya usaha kuliner pada berbagai sudut Kota Mataram, membawa angin segar bagi kemandirian fiskal daerah.
Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram memprediksi, adanya kenaikan tajam pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 yang bersumber dari geliat sektor restoran.
Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan BKD Kota Mataram, Ahmad Amrin mengungkapkan, aktivitas ekonomi pada lini usaha seperti coffee shop dan restoran-restoran baru telah memberikan kontribusi nyata yang terlihat dari realisasi pajak saat ini.
“Ada kenaikan sekitar 20 persen. Hal ini dipicu oleh aktivitas di restoran-restoran, seperti adanya acara buka puasa bersama (bukber) dan agenda lainnya,” ujar Ahmad Amrin, Senin, 6 April 2026.
Menyikapi fenomena ini, BKD tidak tinggal diam dan terus melakukan langkah proaktif. Ahmad Amrin menjelaskan, pihaknya kini tengah gencar melakukan pendataan terhadap objek-objek pajak baru. Agar potensi besar dari sektor jasa boga ini dapat terkelola secara maksimal.
“Sekarang kita bergerak di sektor restoran, karena banyak sekali resto-resto baru yang muncul. Ini yang kita optimalisasikan pendataannya,” tegas Amrin.
Upaya penyisiran tempat usaha baru ini dianggap krusial, untuk memastikan pertumbuhan fisik kota sejalan dengan peningkatan penerimaan daerah.
Lirik Potensi PKL “Elite”
Selain fokus pada restoran permanen, BKD juga melirik potensi dari Pedagang Kaki Lima (PKL) “elite” yang memiliki omzet besar setara restoran dengan batas minimal Rp1 juta per hari. Strategi ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menggali potensi PAD dari segala lini usaha baru.
Beriringan dengan sektor kuliner, BKD juga tetap memperkuat basis Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Melakukan pemutakhiran data di wilayah-wilayah pengembangan, seperti Sekarbela sejak awal tahun.
“Sejak Januari-Februari kita sudah mulai update data PBB. Kami lakukan updating data agar potensi pajak di wilayah pengembangan tersebut terdata dengan akurat,” tambahnya.
Ia berharap, kombinasi antara pertumbuhan sektor kuliner yang pesat dan sistem pendataan yang lebih akurat dapat menghasilkan peningkatan pendapatan daerah Ibu kota Provinsi ini. “Kami optimistis target kenaikan PAD dapat tercapai secara signifikan untuk mendukung pembangunan kota di masa mendatang,” tutupnya. (*)



