Pendidikan

SMAN 5 Jadi Satu-satunya Sekolah Model di Kota Mataram

Mataram (NTBSatu) – SMAN 5 Mataram, menjadi satu-satunya sekolah di Kota Mataram yang menyandang status sekolah model. Status tersebut diperoleh melalui program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, S.Pd., mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari fokus sekolah dalam membangun karakter siswa serta menjaga kualitas pembelajaran.

IKLAN

“Harapan saya, SMAN 5 tetap menjadi sekolah model dan mampu mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan berkarakter,” ungkapnya kepada NTBSatu, Rabu, 1 April 2026.

Pendidikan Karakter Jadi Fondasi Utama

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi utama yang terus sekolah perkuat. Salah satu upayanya melalui program keagamaan rutin bagi seluruh siswa.

Setiap pagi, siswa wajib mengikuti kegiatan iman dan takwa (imtak) selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Siswa muslim mengaji di kelas, sementara siswa non-muslim beribadah sesuai keyakinannya masing-masing dengan pendampingan guru.

Selain itu, pada waktu istirahat kedua, siswa muslim wajib melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Karena keterbatasan kapasitas masjid sekolah, sebagian siswa diarahkan ke Islamic Center Mataram.

“Tidak ada siswa yang berkeliaran saat jam salat. Semua harus beribadah. Yang berhalangan ada kajian keputrian,” katanya.

Di sisi lain, nilai toleransi juga menjadi kekuatan utama di SMAN 5 Mataram. Hal ini tercermin dalam kegiatan lintas agama seperti “Sabtu Budaya” saat perayaan Maulid Nabi.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh siswa terlibat sesuai latar belakang masing-masing, mulai dari membawa dulang penamat, pajegan, hingga parsel, lalu mengikuti pawai dan doa bersama.

“Tidak ada sekat. Semua bersaudara di sekolah ini,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas akademik, pihak sekolah menerapkan disiplin ketat bagi tenaga pengajar. Guru diwajibkan menyiapkan metode pembelajaran, sebelum masuk kelas dan tidak diperkenankan hanya memberikan tugas tanpa pendampingan.

“Saya sering supervisi langsung ke kelas. Guru harus siap dengan media dan metode pembelajaran,” tegasnya.

Selain itu, sekolah juga menanamkan budaya kejujuran dengan melarang praktik menyontek dan mendorong siswa meraih nilai secara objektif. “Lebih baik nilainya kecil, tetapi hasil sendiri daripada besar tapi menyontek,” katanya.

Program Unggulan

SMAN 5 Mataram juga memiliki sejumlah program unggulan, seperti kelas bilingual yang mendorong penggunaan bahasa Inggris, serta program mengaji sore bagi siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an.

Tak hanya itu, sekolah menyediakan 42 jenis ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan minat dan bakat siswa di berbagai bidang.

“Harapan saya, SMAN 5 tetap mencetak generasi cerdas dan berakhlak mulia. Kami juga berharap pemerintah provinsi terus mendukung program-program kami agar kualitas pendidikan meningkat,” katanya.

Dengan manajemen disiplin, penguatan karakter, dukungan orang tua, dan program unggulan, SMAN 5 Mataram membuktikan prestasi akademik dan pengembangan karakter dapat berjalan seiring, mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button