Lombok Barat

Bupati LAZ Cari Sosok Sekda seperti Panglima Perang

Lombok Barat (NTBSatu) – Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan, membutuhkan sosok panglima perang untuk mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

Posisi strategis ini, menurutnya, tidak bisa diisi sembarang figur, melainkan harus oleh pejabat dengan kapasitas di atas rata-rata dan memahami aturan secara menyeluruh.

IKLAN

Bupati LAZ menilai, Sekda merupakan ujung tombak birokrasi yang menentukan arah jalannya pemerintahan. Karena itu, kemampuan administratif dan pemahaman regulasi menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Saya ingin kemampuan Sekda itu di atas rata-rata. Dia administrator, harus tahu semua aturan. Jangan sampai dia ambil keputusan salah, saya yang menanggung bebannya,” tegasnya, Rabu, 1 April 2026.

Ia juga menekankan, Sekda tidak boleh bekerja berdasarkan kebiasaan lama yang belum tentu sesuai dengan regulasi. Menurutnya, praktik birokrasi yang hanya mengandalkan pola lama justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Sekda itu tidak boleh berdasarkan kebiasaan. Harus berdasarkan aturan yang berlaku. Jangan alasan ‘dari dulu seperti ini’, kalau itu tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Mampu Menjawab Kebutuhan Lombok Barat

Dalam proses penjaringan, LAZ memastikan, semua pejabat memiliki peluang yang sama. Ia menegaskan, tidak memiliki kandidat tertentu dan akan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme seleksi berbasis sistem nasional.

“Siapa pun punya kesempatan. Mau dari mana saja tidak masalah, karena sekarang sistemnya sudah nasional. Kita tidak bisa batasi hanya dari dalam daerah saja,” jelasnya.

Ia merujuk pada sistem manajemen ASN yang kini terintegrasi secara nasional, di mana pengumuman dan seleksi jabatan berlangsung secara terbuka. Hal ini memungkinkan munculnya kandidat dari berbagai daerah dengan kompetensi yang beragam.

Meski demikian, Bupati LAZ tetap menegaskan, yang terpilih nantinya harus benar-benar yang terbaik dan mampu menjawab kebutuhan Lombok Barat. “Tidak ada titipan. Saya tidak punya kandidat. Mana yang terbaik, itu yang kita pilih. Semata-mata untuk kepentingan Lombok Barat,” katanya.

Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, sehingga butuh figur Sekda yang tidak hanya paham aturan, tetapi juga memiliki pengalaman dan kemampuan eksekusi yang kuat.

“Sekda itu ibarat panglima perang. Kalau dia tidak paham aturan, bisa kacau semuanya. Itu yang saya tidak inginkan,” tambahnya. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button