Ekonomi Bisnis

Pendaftaran SPPI Koperasi Desa Merah Putih Segera Dibuka, Simak Siapa Saja yang Boleh Mendaftar

Mataram (NTBSatu) – Kementerian Pertahanan akan membuka pendaftaran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), untuk mendukung pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menjelaskan, program ini menargetkan perekrutan 30 ribu sarjana yang akan menjadi tenaga penggerak bagi 80 ribu koperasi yang direncanakan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

IKLAN

“Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30.000 tenaga pengawak melalui dukungan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri,” ungkap Donny, mengutip laman resmi Kemenhan pada Senin, 16 Maret 2026.

IKLAN

Tujuan utama program ini ialah memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang profesional, terampil, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan koperasi.

IKLAN

Prabowo Subianto menggagas Program SPPI pada 2020 saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Tujuannya ntuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung ketahanan pangan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi desa secara menyeluruh. Program ini juga bertujuan untuk mencetak pemimpin koperasi yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi modern.

Siapa Saja yang Boleh Mendaftar?

Kepala Biro Informasi dan Humas Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait menjelaskan, pendaftaran SPPI terbuka untuk umum. Kesempatan ini memberikan peluang bagi sarjana maupun magister dari seluruh jurusan untuk mendaftar sebagai calon pemimpin koperasi.

Program ini menekankan pada pengembangan kemampuan manajerial dan kepemimpinan, agar peserta dapat mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan. “Siapa saja boleh mengikuti, asalkan memiliki syarat pendidikan terakhir sarjana,” katanya.

Panitia seleksi akan menempatkan peserta yang lolos seleksi sebagai manajer di Koperasi Desa Merah Putih pada berbagai wilayah Indonesia. Mereka bertugas memperkuat operasional koperasi, meningkatkan tata kelola, mengelola keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pendaftaran SPPI menjadi langkah awal menyiapkan tenaga profesional untuk mengelola koperasi desa. Kemudian, pemerintah akan mulai menempatkan lulusan pada Juni 2026, usai koordinasi lintas kementerian dan lembaga rampung.

Pemerintah berharap, program ini menghadirkan manajemen koperasi yang kompeten sehingga seluruh target operasional 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih tercapai sesuai jadwal.

“SPPI disiapkan untuk membangun SDM yang mendukung operasional serta penguatan tata kelola koperasi desa merah putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan menjadi manajer di koperasi tersebut,” tambah Rico.

Program ini juga membuka peluang pengembangan karier bagi peserta yang ingin berkontribusi pada pembangunan desa jangka panjang. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button