Kemlu Siapkan Opsi Evakuasi 15 WNI di Iran Lewat Azerbaijan
Jakarta (NTBSatu) – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono mengungkapkan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah mengatur proses evakuasi bagi 15 Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran yang telah menyatakan keinginan untuk dipulangkan ke Tanah Air.
Pemerintah tengah mempertimbangkan opsi evakuasi melalui Baku, Azerbaijan, menyusul jalur udara di Iran masih mengalami penutupan.
“Ini ruang udara juga lagi tertutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu mereka harus dibawa ke Baku. Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, mengutip video YouTube Sekretariat Presiden, Selasa malam, 3 Maret 2026.
Sugiono menjelaskan, proses evakuasi membutuhkan waktu dan persiapan matang. Selain mempertimbangkan aspek keamanan, pemerintah juga harus menghitung kebutuhan logistik. Serta, memastikan kondisi kesehatan para WNI yang akan pemerintah evakuasi.
“Itu kan perlu dihitung dulu dong logistiknya, terus orangnya cukup sehat atau tidak, dan segala macam. Jadi enggak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga kita geser,” ucapnya.
Evakuasi Berdasarkan Permohonan
Karena itu, Sugiono belum dapat memastikan waktu pelaksanaan evakuasi tersebut. “Ya ini lagi diatur waktunya, kapannya,” katanya.
Lebih lanjut, Sugiono menyatakan telah memerintahkan Duta Besar RI di Iran untuk menyiapkan langkah-langkah teknis evakuasi bagi WNI yang ingin kembali ke Indonesia. Ia menegaskan, tidak seluruh WNI di wilayah terdampak konflik mengajukan permohonan evakuasi.
“Dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tetapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” ujar Sugiono.
Sejauh ini, selain 15 WNI di Iran tersebut, belum ada permintaan evakuasi dari WNI di negara lain yang terdampak konflik. Sugiono menyebutkan, WNI di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain belum menyatakan keinginan untuk dipulangkan.
“Yang minta evakuasi kita evakuasi, ya kan enggak mungkin orang yang enggak mau kita pindahin kita pindah-pindahin. Di Qatar, Uni Emirat Arab, di Bahrain, belum ada yang ingin untuk dievakuasi. Ini yang 15 (di Iran) yang sudah menyatakan kesediaan (dievakuasi),” tutur Sugiono. (*)



