BMKG NTB akan Gelar Pemantauan Hilal Lebaran 2026 di Pantai Loang Baloq

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB melalui Stasiun Geofisika Mataram akan menggelar pemantauan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram.
Lokasi tersebut kembali menjadi titik rukyatulhilal utama untuk wilayah Nusa Tenggara Barat menjelang Idulfitri 2026.
“Untuk lokasi pengamatan sementara tetap dilakukan di Pantai Loang Baloq,” ungkap Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama Stasiun Geofisika Mataram, Zahrotul Millah, S. Tr. Geof., kepada NTBSatu pada Kamis, 3 Maret 2026.
Namun, tim masih menunggu arahan dari BMKG pusat terkait waktu pelaksanaan pengamatan. “Saat ini masih menunggu arahan pusat terkait waktu pengamatannya,” tambahnya.
Tim BMKG NTB juga akan menyampaikan perkembangan terbaru, melalui infografis hilal yang rilis sekitar satu minggu hingga tiga hari sebelum jadwal pengamatan.
“Untuk update informasi pengamatan akan kami rilis di infografis hilal pada seminggu hingga tiga hari sebelum pengamatan,” lanjutnya.
Langkah koordinasi tersebut penting agar hasil pengamatan hilal di NTB selaras dengan kebijakan nasional, serta memperkuat akurasi data astronomi yang menjadi dasar penentuan awal Syawal.
Kemenag RI Sidang Isbat 19 Maret 2026
Kementerian Agama Republik Indonesia menjadwalkan sidang isbat penetapan Lebaran 2026 pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad menjelaskan, pelaksanaan sidang mengacu pada data hisab dan laporan rukyat yang telah diverifikasi.
“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujarnya, mengutip laman resmi Kemenag pada Selasa, 3 Maret 2026.
Sidang tersebut melibatkan unsur BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait. Kemenag juga mematangkan dukungan sarana, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi titik pemantauan hilal seluruh Indonesia.
Rangkaian agenda mencakup seminar posisi hilal, verifikasi laporan rukyat dari berbagai daerah. Selain itu, akan ada pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Menteri Agama.
Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang agar penetapan Hari Raya Idulfitri berlangsung serentak sesuai ketentuan. (*)



