Status Bendungan Tiu Suntuk Naik Jadi Waspada, BPBD KSB Pantau Ketat Potensi Banjir Kiriman
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu, menyebabkan status Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) naik menjadi Waspada. Sejak Selasa sore, 24 Februari 2026, debit air dilaporkan telah melampaui ambang batas mercu pelimpah.
Berdasarkan data Unit Pengelola Bendungan Sumbawa I (BBWS NT-I) sejak pukul 16.19 Wita hingga hari ini, Tinggi Muka Air (TMA) Bendungan Tiu Suntuk menyentuh elevasi 94.11 mdpl. Ketinggian tersebut di atas ambang mercu 93.50 mdpl.
Kondisi ini mengakibatkan pelimpah bebas setinggi 0.61 meter dengan aliran keluar (outflow) mencapai 68.87 meter kubik/detik.
Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah mengonfirmasi, pihaknya tengah melakukan pemantauan nonstop terhadap dua bendungan utama, yakni Tiu Suntuk dan Bintang Bano.
Meski Bintang Bano secara data masih di level normal, namun kondisi hujan deras yang terus mengguyur di lokasi membuat pemerintah daerah meningkatkan status kesiagaan.
“Bendungan Tiu Suntuk sudah status Waspada, begitupun juga bagi wilayah yang curah hujannya agak tinggi. InsyaAllah sampai hari ini tetap kita pantau terus,” ujar Abdullah kepada NTBSatu, Rabu, 25 Februari 2026.
Selain waspada terhadap kiriman air bendungan, Abdullah menekankan pentingnya kesadaran warga terhadap kondisi drainase di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pendangkalan saluran air seringkali menjadi pemicu utama banjir lokal yang sulit surut di KSB.
“Kita harus siap siaga. Mitigasi mulai dari skala kecil, mulai dari keluarga baru ke lingkungan. Rata-rata penyebab banjir itu ya drainase, ada pendangkalan. Itu yang menyebabkan air tertahan,” jelasnya.
BPBD memastikan, seluruh personel penanggulangan bencana tetap siaga di lapangan untuk merespons cepat jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan. “Kalau kesiapan kami pemerintah, insyaAllah siap untuk penanggulangan itu,” tutup Abdullah. (*)



