BPBD Bima Bantah Video Banjir Bandang Hantam Rumah Warga di Desa Labuhan Kananga
Mataram (NTBSatu) – Beredar sebuah video memperlihatkan peristiwa banjir bandang yang diklaim terjadi di Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.
Video tersebut muncul melalui akun Facebook Uki Rabbani Reaction dan langsung menarik perhatian warganet. Dalam video terlihat luapan air bercampur lumpur berwarna cokelat pekat yang mengalir sangat deras melalui jalan serta area permukiman.
Sejumlah tanaman dan pohon kecil tampak terseret arus, sementara beberapa rumah warga mulai tergenang pada bagian dasar bangunan.
Pengunggah video menyebut, lokasi kejadian berada pada wilayah Tambora, Kabupaten Bima. “Kejadian hari ini nih, guys. Di Labuan Kenanga, Tambora, Kabupaten Bima nih, guys. Ini banjir bandang. Ini semoga saja tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.
Selain itu, suasana dalam video terlihat mendung dan berkabut pada area perbukitan yang menandakan hujan deras baru saja turun atau masih berlangsung. Beberapa warga tampak berdiri pada teras rumah dan lokasi lebih tinggi, sambil memantau kenaikan debit air dengan ekspresi khawatir.
Video tersebut menyebar cepat dan memicu respons warganet. Banyak pengguna media sosial mengirim doa serta harapan agar banjir segera surut tanpa korban jiwa.
Hasil Penelusuran
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda menegaskan, banjir bandang dalam video tersebut tidak terjadi di Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora.
“Video tersebut bukan kejadian di Desa Labuhan Kananga Kecamatan Tambora,” ungkapnya kepada NTBSatu pada Selasa, 24 Februari 2026.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial tanpa konfirmasi. Ia menekankan, pentingnya menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang serta melakukan pengecekan ke berbagai sumber tepercaya.
“Kepada masyarakat untuk tidak langsung percaya terhadap video atau info lain sebelum ada informasi resmi dari pihak yang berwenang atau sebelum lakukan konfirmasi dengan berbagai sumber terpercaya,” tambahnya.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video banjir bandang tersebut terjadi di Desa Labuhan Kananga tidak benar dan termasuk informasi keliru. Penyebaran video bencana dengan klaim lokasi yang keliru berpotensi memicu kepanikan publik dan kesalahpahaman informasi. (*)



