Pendidikan

Pengamat Ingatkan Risiko KKN dalam Seleksi Kepala SMA Sederajat di NTB

Mataram (NTBSatu) – Proses seleksi kepala SMA sederajat di NTB mendapat sorotan dari Pengamat Pendidikan NTB, Dr. Muhammad Nizar, M.Pd.,Si. Ia menilai, seleksi menunjukkan perbaikan dari sisi sistem kompetisi dan transparansi, meski potensi penyimpangan tetap perlu pemerintah antisipasi.

“Proses seleksi sudah lebih baik dari sebelumnya. Karena sistem kompetisi dan transparansi sesuai kompetensi, yang menjadi skala prioritas dalam pemilihan kepsek (kepala sekolah) SMA dan SMK,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 24 Februari 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) tetap harus pemerintah daerah waspadai agar tidak mencederai proses seleksi.

“Namun tetap harus kita ingatkan, potensi korupsi, kolusi dan nepotisme pastinya ada. Semoga terjaga dari pemilihan kepsek berdasarkan kecenderungan politik dan KKN,” tutur Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram ini.

Menurut Nizar, campur tangan politik praktis dalam penentuan kepala SMA sederajat di NTB dapat berdampak serius terhadap kualitas pendidikan.

“Jika itu terjadi maka akan sangat sulit pendidikan bisa maju. Karena semestinya sektor pendidikan harus bersih dari pengaruh politik praktis,” tegasnya.

Jawab Masalah Mutu Pendidik

Ia menekankan, peran kepala sekolah sangat sentral dalam menentukan arah dan kemajuan sekolah. Kepemimpinan yang tidak visioner, katanya, berpotensi membuat sekolah stagnan bahkan bisa masyarakat tinggalkan.

“Fungsi kepsek sangat sentral untuk kemajuan pendidikan, sangat terasa oleh masyarakat. Jika kepala sekolahnya tidak memiliki visi memajukan, maka sekolah akan mundur dan ditinggalkan oleh masyarakat. Terbukti banyak sekolah yang tidak dilirik oleh masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, Nizar menilai momentum seleksi ini harus pemerintah manfaatkan untuk menghadirkan kepala sekolah yang inovatif dan energik. “Saya merasa sudah saatnya sekolah-sekolah memiliki kepala sekolah yang visioner dan masih energik dalam menghadirkan inovasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kualitas pembelajaran sebagai persoalan dominan di sekolah yang perlu menjadi fokus kepemimpinan baru. Mutu pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas kepala sampai guru.

“Permasalahan yang dominan terjadi di sekolah saat ini harapannya jadi fokus pemerintah melalui kepsek baru, masalah kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran bergantung pada kualitas guru juga sarpras (sarana prasarana),” ujarnya.

Nizar juga menilai, perhatian Pemerintah Pusat terhadap pendidikan saat ini tinggi. Sehingga, daerah perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan.

“Perhatian Pemerintah Pusat saat ini terhadap pendidikan sangat tinggi. Sehingga harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin momentum ini, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di NTB,” tambahnya.

Sebagai informasi, pendaftar seleksi kepala SMA sederajat di NTB per Senin, 23 Februari 2026 tembus 308 orang. Pendaftaran masih akan berlangsung hingga 28 Februari 2026.  (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button