Pendidikan

TPG dan THR 2025 Belum Cair, MKKS SMA NTB Desak Dinas Dikpora Transparan

Mataram (NTBSatu) – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi NTB mengkritik minimnya informasi dan transparansi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, terkait mandeknya pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) 2025 guru.

Sebab, hingga Februari 2026, sekolah tidak memperoleh informasi jelas mengenai posisi dan kendala pencairan yang mulai sejak bulan Desember tahun lalu.

Ketua MKKS SMA Provinsi NTB, Drs. H. Arofiq, MM., menilai, kurangnya komunikasi dari dinas membuat para kepala sekolah sendiri kesulitan menjelaskan situasi kepada guru dan memicu spekulasi lain di lapangan.

“Kami disuruh menunggu, tetapi prosesnya seperti apa kami tidak tahu. Informasi terakhir hanya menyebut dana sudah masuk pekan terakhir Desember, setelah itu tidak ada perkembangan,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 21 Februari 2026.

Arofiq menjelaskan, pencairan awalnya setelah proses verifikasi dan validasi (verval) data guru rampung pada Januari hingga Februari 2026. Namun hingga kini, sekolah masih berada dalam ketidakpastian.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat guru berada pada situasi menunggu tanpa kejelasan, bahkan memunculkan dugaan terkait keberadaan dana.

“Ada juga segmen teman-teman yang menduga-duga kenapa tidak cair. Ada yang berprasangka sebagainya yang disampaikan Bapak Purbaya, uangnya disimpan di daerah dan sebagainya,” tutur Kepala SMAN 11 Mataram ini.

MKKS NTB menegaskan, persoalan utama bukan sekadar keterlambatan. Melainkan, absennya keterbukaan informasi dari pemerintah kepada sekolah sebagai pihak yang langsung berhadapan dengan guru.

“Jangan tidak ada informasi ke bawah supaya kawan-kawan tidak menduga yang tidak-tidak. Tolong beritahu kita terkait kendala, kalau ada pemberitahuan insyaAllah kami memaklumi,” ujarnya.

Penopang Kebutuhan Ekonomi Guru

Ia juga mengingatkan, keterlambatan pencairan beririsan langsung dengan kebutuhan guru menjelang Ramadan dan Idulfitri. TPG ke-13 dan THR menjadi komponen penting untuk menopang kebutuhan ekonomi guru di periode tersebut.

“Uang itu sangat berharga bagi kami yang di bawah. Termasuk untuk bulan Ramadan ini terutama menjelang lebaran nanti, jadi kalau bisa tolong sebelum lebaran sudah bisa cari,” tegasnya.

Selain TPG ke-13 dan THR TPG, Arofiq menyebut guru juga menanti THR gaji reguler. MKKS NTB meminta, perbaikan pola komunikasi dan informasi agar sekolah tidak di posisi menunggu tanpa kepastian.

“Sebenarnya selain dua tadi, ada juga THR gaji yang kita terima menjelang lebaran nanti. Jadi tiga jenis, Jadi, kepada yang sudah definitif mohon untuk menyegerakan, supaya lebih baik,” tambahnya. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button