5 Kado “Terkutuk” yang Bisa Merusak Hubungan Jika Diberikan saat Imlek
Mataram (NTBSatu) – Momen Imlek selalu identik dengan keluarga, tradisi bagi-bagi hadiah dan angpao, hingga saling tukar kado. Namun di balik kehebohannya, jangan sampai memilih hadiah sembarangan.
Percaya atau tidak, ada banyak jenis kado yang bisa jadi bumerang bagi hubungan baik dengan penerima. Biasanya, ada makna terselubung yang bisa langsung merusak momen spesial Imlek.
Dalam tradisi dasar Tionghoa, beberapa benda dipercaya mengarah pada konotasi negatif, serta dipercaya bisa membawa pertanda dan nasib buruk.
Dari beberapa sumber informasi, NTBSatu berhasil merangkum 5 kado “terkutuk” yang sebaiknya dihindari sebagai hadiah:
1. Jam Dinding atau Jam Tangan
Benda ini menjadi tahta tertinggi hadiah yang harus dihindari. Kata “memberi jam dalam bahasa mandarin mirip dengan “menghadiri pemakaman”.
Oleh karena itu, biasanya memberi jam diartikan sebagai doa untuk mengakhiri hubungan atau bahkan mengarah pada kematian.
2. Sepatu
Sepatu terdengar seperti “kejahatan” atau bahkan “roh jahat”. Jadi, jangan berfikir lagi jika barang ini menjadi hadiah yang fashionable dan praktis.
Sepatu disebut sebagai lambang seseorang ingin pergi atau keinginan menjauh. Dalam hubungan asmara atau pertemanan, hadiah ini disebut “berjalan sendiri-sendiri” atau bahkan “berpisah”.
3. Payung
Payung rupanya masih masuk ke daftar hitam hadiah terlarang saat Imlek. Kata “payung” memiliki kemiripan dengan “perpisahan” atau “berpisah”.
Menjadikan payung sebagai hadiah saat Imlek pada orang terkasih bisa dianggap, seperti keinginan untuk berpisah atau simbol hubungan yang kandas.
4. Benda Tajam
Dalam tradisi Tionghoa, memberikan benda tajam baik itu pisau atau gunting melambangkan pemutusan hubungan. Di samping sifat benda tajam yang memang berbahaya.
Hadiah ini seringkali diartikan sebagai “memotong” segala jenis ikatan baik cinta, keluarga, atau persahabatan. Jadi, hilangkan daftar hadian satu set pisau cantik saat ingin merayakan Imlek dengan orang terdekat.
5. Saputangan
Dalam banyak budaya Asia, termasuk Tionghoa, saputangan sangat dikaitkan erat dengan air mata, kesedihan, dan perpisahan. Meski kesannya terlihat manis secara personal.
Biasanya, orang akan memberikan saputangan untuk menghapus air mata kesedihan saat akan berpisah dan mengucapkan selamat tinggal. Menjadikan saputangan sebagai hadiah di momen Imlek akan dianggap sebagai bentuk doa kesedihan dan perpisahan.
Meski begitu, jangan khawatir. Ada banyak kado lain yang dipercaya membawa keberuntungan, misalnya angpao, buah-buahan, teh kualitas tinggi, barang berwarna merah, hingga perhiasan.
Jadi, sebelum membeli kado hadiah Imlek, harus memikirkan makna di balik barang yang diberikan. Lebih baik aman menjaga keharmonisan daripada “terkutuk” hanya karena salah hadiah. (Inda)



