BREAKING NEWSKabupaten Bima

Banjir Bandang Terjang Kabupaten Bima, Satu Warga Hilang Terseret Arus

Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang, menyebabkan bencana tanah longsor dan banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis, 12 Februari 2026.

Akibat bencana hidrometeorologi ini, banyak pemukiman warga terendam banjir, akses jalan terputus, hingga satu warga korban terseret arus.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin melaporkan adanya satu korban hanyut asal Desa Hidirasa.

“Terjadi satu korban jiwa akibat terseret arus banjir di Desa Hidirasa,” katanya kepada NTBSatu, Jumat, 13 Februari 2026.

Korban bernama Ama One (67) dikabarkan masih dalam tahap pencarian, setelah terseret arus banjir saat melewati aliran sungai saat arus sedang deras.

Berdasarkan laporan BPBD NTB, kejadian bermula saat hujan lebat mengguyur Kabupaten Bima sejak pukul 12.33 Wita hingga sore hari. Akibatnya, debit air di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu mencapai dua hingga enam meter.

28 KK Terdampak

Banjir merambat ke desa lain dan merendam rumah milik 28 Kepala Keluarga (KK) di Desa Simpasai, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Sementara di Desa Sumi, drainase tertutup sampah dan mengakibatkan genangan air setinggi 30 sentimeter.

Sedangkan di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, ketinggian banjir mencapai 50 sentimeter di ruas jalan sepanjang 255 meter. Kemudian, lahan pertanian warga mengalami dampak signifikan.

Pada sisi lain, bencana tanah longsor terjadi di Desa Samili, Kecamatan Woha. Mengakibatkan kelumpuhan sementara pada aktivitas ekonomi dan sosial warga.

BPBD Kabupaten Bima, bersama TNI, Polri, SAR gabungan, dan aparat desa setempat sudah melakukan penanganan darurat. Koordinasi lintas sektor juga sudah dilakukan untuk pendataan dan penyaluran logistik.

​”Kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan tanggap darurat serta logistik dan peralatan untuk warga terdampak,” lanjut Sadimin.

Atas kejadian tersebut, BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Karena potensi cuaca ekstrem masih bisa memicu banjir bandang, angin puting beliung, hingga tanah longsor.

“Masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem, yang dapat memicu bencana hidrometeorologis,” tambahnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button