Program RPL Guru di NTB Masuki Semester Akhir, Wisuda Dijadwalkan Agustus 2026
Mataram (NTBSatu) – Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memasuki tahap akhir. Ratusan guru yang belum memenuhi standar kualifikasi akademik strata satu (S1) akan selesai pada tahun ini.
Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, M.Si., mengatakan, pelaksanaan program RPL selama satu tahun dengan dukungan beasiswa bagi guru yang belum S1.
“Program RPL ini selama setahun. Sekarang sudah masuk semester kedua,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, RPL merupakan program penyetaraan akademik yang mengakui pengalaman mengajar, pelatihan. Serta, sertifikasi guru sebagai konversi Satuan Kredit Semester (SKS).
Saat ini, tercatat lebih dari 100 guru di NTB yang mengikuti program tersebut. Program ini sekaligus menjadi pintu bagi guru untuk memperoleh hak profesional lanjutan, termasuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Satu semester lagi selesai. dari itu insyaAllah wisudanya di bulan Agustus tahun ini,” katanya.
Prosesi wisuda akan secara nasional bersama guru-guru dari daerah lain yang mengikuti program serupa. Selain aspek akademik, Balai GTK Provinsi NTB juga memperhatikan kondisi usia peserta. Mayoritas guru peserta RPL berada pada rentang usia 47 hingga 55 tahun, sehingga memerlukan pendampingan khusus.
“Usianya rata-rata 47 sampai 55 tahun. Ini usia yang cukup rentan, jadi perlu dibantu,” ujar Wirman.
Lakukan Sensus Pemetaan Kebutuhan Guru
Ia menegaskan, dari jumlah 100 lebih tersebut diketahui berada dan mengajar di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di beberapa kabupaten.
Ke depan, Balai GTK Provinsi NTB akan terus memperbarui data guru yang belum memenuhi standar S1. Pendataan tersebut masih berlangsung dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi sensus untuk pemetaan kebutuhan guru di NTB.
“Kita di NTB masih memiliki guru cukup banyak yang belum standar S1. Datanya masih terus kita update, kita perlu bentuk tim sensus nanti,” tambahnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) NTB, dari jumlah guru mencapai 7.700 di tahun 2021 di Provinsi NTB, termasuk di dalamnya 3.200 guru yang masih belum berkualifikasi S1. (Alwi)



