Krisis Peminat, SMAN 4 Sumbawa Besar Berjuang Hapus Stigma “Sekolah Pelarian”
Sumbawa Besar (NTBSatu) – SMAN 4 Sumbawa Besar menghadapi tantangan serius dalam penerimaan peserta didik baru, akibat minimnya jumlah pendaftar setiap tahun.
Sekolah yang berada di wilayah Bukit Permai ini mengakui, masih terkendala citra di masyarakat. Sehingga, berdampak pada rendahnya minat siswa meskipun fasilitas dan kualitas tenaga pendidik dinilai telah memadai.
Kepala SMAN 4 Sumbawa Besar, Supriadi, S.Pd., M.Si., menjelaskan, secara geografis posisi sekolah yang berada di pinggir kota menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya animo masyarakat.
Selain itu, perubahan nomenklatur dari SMA Olahraga menjadi SMAN 4 Sumbawa Besar membuat sekolah ini belum sepenuhnya masyarakat kenal luas.
“Secara kualitas kami siap bersaing dengan sekolah lain. Guru-guru di sini sebagian besar sudah bersertifikat pendidik dan memiliki kompetensi di bidangnya. Namun, tantangan kami saat ini adalah membangun kepercayaan masyarakat agar tidak lagi memandang SMAN 4 sebagai pilihan terakhir,” jelas Supriadi kepada NTBSatu, Kamis, 5 Februari 2026
Saat ini, berdasarkan data Dapodik, jumlah siswa SMAN 4 Sumbawa Besar sekitar 300 orang. Sekolah ini juga menerapkan sistem layanan terbuka bagi siswa di luar kelas reguler dengan sistem pembelajaran setiap tiga bulan sekali.
Program tersebut merupakan kebijakan Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB wilayah Sumbawa yang hanya diterapkan di tiga sekolah, yakni SMAN 4 Sumbawa Besar, SMAN Moyo Utara, dan SMAN Utan.
Menurut Supriadi, kesulitan memperoleh siswa juga akibat sistem zonasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia menilai, dalam praktiknya masih terjadi ketimpangan distribusi siswa, karena sejumlah sekolah favorit di pusat kota kerap menerima siswa melebihi kuota.
“Harapan kami ada komitmen bersama agar distribusi siswa lebih merata. Pendidikan itu pelayanan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya terpusat di sekolah tertentu,” ujarnya.



