Pengembangan Kawasan Bisnis Cakranegara Butuh Rp215 Miliar
Mataram (NTBSatu) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram menetapkan, kebutuhan anggaran besar untuk penataan Kawasan Bisnis dan Pasar Cakranegara.
Brida Kota Mataram membagi kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Cakranegara ke dalam tiga tahap. Pertama, pada tahap persiapan, membutuhkan anggaran Rp1 miliar – Rp5 miliar.
Kedua, tahap konstruksi dan revitalisasi fisik memerlukan Rp50 miliar – Rp200 miliar dan tahap pasca-revitalisasi menghabiskan Rp2 miliar – Rp10 miliar. Jika dijumlahkan, total anggaran revitalisasi Kawasan Cakranegara berada di kisaran Rp53 miliar sampai Rp215 miliar.
Kepala Brida Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa menjelaskan, revitalisasi Pasar Cakranegara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pihaknya mengarahkan revitalisasi pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan pasar, serta pemberdayaan pedagang dan pelaku usaha lokal.
“Revitalisasi ini kami rancang untuk menghadirkan pasar yang modern, tertata, dan nyaman tanpa menghilangkan karakter lokal Cakranegara. Pasar Cakra harus mampu menjawab kebutuhan pedagang, masyarakat, dan wisatawan,” kata Nyoman Suwandiasa, Senin, 2 Februari 2026.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam proses revitalisasi. “Brida tidak bekerja sendiri. Kami berkolaborasi dengan OPD dan pemangku kepentingan agar hasil kajian ini benar-benar aplikatif dan berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dalam rangkaian diskusi kajian, Brida dan OPD membahas pengembangan Pasar Cakranegara sebagai pasar tematik berbasis ekonomi kreatif dan wisata budaya lokal. Konsep ini bertujuan meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memperluas peluang usaha bagi pedagang.
Menurut Nyoman Suwandiasa, konsep pasar tematik akan memperkuat identitas Cakranegara. “Kami ingin Pasar Cakra menjadi ruang ekonomi yang hidup, sekaligus ruang interaksi sosial dan budaya. Dengan konsep tematik, pasar ini bisa menjadi ikon baru ekonomi Kota Mataram,” jelasnya.



