Tembus Internasional dan Siap Taklukkan Malang, SMAN 1 Sumbawa Besar Borong Prestasi Riset
Sumbawa Besar (NTBSatu) – SMAN 1 Sumbawa Besar (SMANIKA) tengah berada dalam tren prestasi yang gemilang. Sekolah unggulan Kabupaten Sumbawa ini baru saja menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali perak.
Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, H. Muhammad Ihsan mengungkapkan rasa bangganya atas capaian siswa yang berhasil meraih Silver Medal, pada ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC).
Tim riset SMANIKA meraih prestasi bergengsi tersebut melalui penelitian berjudul “Poto Village: Guardian of Samawa Weaving Heritage“, dalam ajang yang diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah di Indonesia dan Malaysia.
“Alhamdulillah, di tengah persaingan yang ketat, tim riset kami mampu meraih medali perak di level internasional dengan mengangkat kearifan lokal Desa Poto. Ini membuktikan riset siswa kita diakui dunia,” ujar Ihsan kepada NTBSatu, Jumat, 30 Januari 2026.
Capaian internasional ini menjadi modal penting bagi SMANIKA untuk menghadapi tantangan berikutnya. Ihsan menyebutkan, pihak sekolah saat ini tengah mematangkan persiapan tiga tim riset tambahan yang akan berangkat ke Malang pada April mendatang untuk mengikuti kompetisi penelitian di kampus STMIK PPKIA Pradnya Paramita (STIMATA).
“Sudah ada tiga tim yang proposalnya saya terima untuk berangkat ke Malang. Saya beri mereka wejangan khusus, jika sudah berani keluar menyeberangi tiga lautan, berarti kalian sudah jago. Tidak boleh lagi ada rasa gugup atau demam panggung,” tegasnya.
Ihsan menekankan pentingnya mentalitas juara bagi seluruh siswa SMANIKA. Ia bahkan berencana memantau langsung pemaparan akhir sebelum keberangkatan, guna memastikan kualitas presentasi saat tampil di hadapan juri nasional.
“Saya ingin melihat langsung kesiapan mereka. Jika masih ada yang ragu atau gugup, lebih baik tidak berangkat. Karena target kita adalah tampil maksimal dan pulang membawa hasil,” jelasnya.
Komitmen Bawa Siswa Berprestasi
Komitmen membawa siswa berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional menjadi bagian dari visi Ihsan sebagai kepala sekolah baru. Ia menilai, pengalaman belajar di luar ruang kelas memiliki nilai yang jauh lebih besar bagi pembentukan mental dan kemampuan akademik siswa.
“Misi saya adalah memperbanyak praktik lapangan. Anak-anak, khususnya kelas XII, harus mengenal dunia nyata. Baik melalui kompetisi riset di Malang maupun praktik langsung di sektor ekonomi dan bahasa di Sumbawa,” tambahnya.
Di sisi lain, tingginya prestasi dan popularitas sekolah turut menghadirkan tantangan pada aspek sarana dan prasarana. Saat ini, SMAN 1 Sumbawa Besar menampung sekitar 1.400 siswa dengan dukungan 36 jenis kegiatan ekstrakurikuler. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan ruang kelas dan fasilitas pertemuan.
Ihsan menjelaskan, badai pada 2022–2023 merobohkan sejumlah bangunan sekolah sehingga pihaknya mengalihfungsikan beberapa laboratorium menjadi ruang kelas.
“Kami masih kekurangan ruang kelas dan belum memiliki aula pertemuan yang memadai. Harapan kami, prestasi internasional dan nasional yang diraih anak-anak ini dapat menjadi perhatian pihak terkait untuk mendukung perbaikan sarana sekolah,” harapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan meraih medali perak internasional serta kesiapan menghadapi kompetisi di Malang diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh civitas akademika SMANIKA untuk terus menjaga reputasi sekolah sebagai gudang prestasi. (*)



