Miris, Petani di Lombok Tengah Tidak Dapat Bantuan Bibit Selama Empat Tahun
Lombok Tengah (NTBSatu) – Sebanyak 20 Kelompok Tani di Lombok Tengah mengaku, tidak mendapatkan bantuan bibit dalam kurun waktu empat tahun belakangan ini.
Selama kurun waktu tersebut, para petani menggunakan modal sendiri yang tentunya tidak sedikit untuk membeli bibit. Hal ini bertujuan agar tetap bisa bercocok tanam
Ketua Kelompok Tani Patupakat, Lalu Muhammad Fadil Idris mengaku, bantuan bibit terakhir disalurkan pada tahun 2020.
“Sempat ada pemberian benih padi, jagung dan kedelai tapi pada tahun 2020 ke bawah,” jelasnya kepada NTBSatu, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, empat tahun terakhir ini tidak ada bantuan bibit lagi. Namun, saat ini terdapat bantuan berupa penurunan harga pupuk bagi kelompok tani.
Meski demikian, salah satu petani mengaku, subsidi pupuk saja tidak cukup untuk meringankan beban operasional.
“Tidak cukup, karena banyak sekali pengeluaran mulai dari beli racun sampai bibit dengan harga 140 per kilogram,” katanya.
Bahkan karena keterbatasan dana, ia mengaku hanya membeli bibit setengah kilogram demi bisa menanam padi.
“Biasanya beli setengah yang penting bisa tanam padi untuk simpanan makan,” jelasnya.
Ia berharap, ke depannya agar pemerintah kembali memberikan bantuan bibit guna meringankan beban operasionalnya.
“Harapannya, semoga ada lagi karena ini aja sudah kesulitan,” tambahnya (Marwati)



