Lombok Timur

Angka Stunting di Lombok Timur Meningkat, Dampak Program MBG Sedang Diuji

Angka stunting di Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Sepanjang Januari 2026, jumlah anak stunting bertambah 545 kasus atau setara 0,8 persen. Lalu seperti apa dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap kasus stunting di daerah ini?

———————

MASIH tingginya angka stunting di daerah ini, menempatkan Lombok Timur sebagai daerah dengan prevalensi atau persentase stunting tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya menjelaskan, berdasarkan data Desember 2025, prevalensi stunting di Lombok Timur berada di angka 22,39 persen. 

Namun, hanya dalam satu bulan berikutnya, kasus baru kembali muncul secara signifikan. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan respons cepat, terukur, dan kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan.

“Tambahan kasus di Januari ini menjadi alarm bagi kita semua. Upaya penanganan stunting harus lebih terintegrasi dan menyentuh akar masalah,” kata Edwin, Rabu, 28 Januari 2026. 

Peningkatan angka stunting tersebut terjadi di tengah berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah beroperasi selama satu tahun di Lombok Timur. Sepanjang 2025, program nasional ini justru mencatat pertumbuhan cukup pesat di daerah tersebut.

Dalam kurun satu tahun pelaksanaan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar mencapai 213 unit. Angka tersebut jauh melampaui target awal sebanyak 159 unit. 

Bahkan tidak tidak hanya siswa. SPPG tersebut melayani program MBG bagi kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui non-PAUD. Meski capaian MBG dari sisi kuantitas terus meningkat, dampaknya terhadap penurunan stunting belum terlihat sedikit pun. 

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button