Pariwisata

Mengenal Empat Festival Budaya NTB yang Tembus Karisma Event Nusantara 2026

Mataram (NTBSatu) – Tim kurator Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan, empat festival budaya asal NTB sebagai agenda resmi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Penetapan ini menegaskan konsistensi NTB dalam mengembangkan event berbasis budaya lokal yang memiliki nilai edukasi, daya tarik wisata, serta keberlanjutan tradisi.

Melansir Instagram @karismaeventnusantara pada Selasa, 27 Januari 2026, empat event NTB yang berhasil lolos kurasi KEN 2026, yaitu Festival Rimpu Mantika, Alunan Budaya Desa, Gili Festival, dan Mulud Adat Bayan.

Pada proses seleksi tahun ini, Pemprov NTB mengajukan delapan event pariwisata. Kurator KEN kemudian menilai konsep, dampak ekonomi, keterlibatan masyarakat, serta kekuatan narasi budaya dari setiap usulan.

IKLAN

Hasil penilaian tersebut meloloskan empat event , sementara empat lainnya belum memenuhi standar kurasi, yakni Festival Sangian Api Kabupaten Bima, Perang Topat Lombok Barat, Festival Lakey Kabupaten Dompu, serta Festival Sukarare Begawe Jelo Nyensek Lombok Tengah.

Capaian tahun ini menunjukkan kesinambungan performa NTB. Pada KEN 2025, NTB juga berhasil meloloskan empat event pariwisata.

Konsistensi ini memperlihatkan peran aktif daerah dalam memanfaatkan event budaya sebagai strategi promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Mengenal Empat Festival Budaya NTB di KEN 2026

1. Festival Rimpu Mantika

Festival Rimpu Mantika berlangsung di Kota Bima pada 25–27 April 2026. Selanjutnya, event ini menampilkan pawai rimpu yang memperlihatkan busana tradisional perempuan Bima sebagai simbol identitas dan kebanggaan budaya. Festival ini juga mengenalkan kuliner khas Bima yang jarang muncul pada kegiatan umum.

2. Alunan Budaya Desa Pringgasela

Alunan Budaya Desa Pringgasela digelar di Kabupaten Lombok Timur pada 19–25 Juli 2026. Festival ini mempromosikan kain tenun Pringgasela melalui tema “Perempuan dan Tenun” yang menyoroti peran perempuan dalam menjaga warisan budaya Lombok Timur.

3. Gili Festival

Gili Festival berlangsung di Kabupaten Lombok Utara pada 10–12 Agustus 2026. Festival ini mengangkat tradisi Mandi Safar atau Rebo Bontong, sebagai ritual doa keselamatan yang mengajak masyarakat dan wisatawan mandi bersama di laut Gili.

4. Mulud Adat Bayan

Mulud Adat Bayan terselenggara di Kabupaten Lombok Utara pada 28–30 Agustus 2026. Perayaan ini memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., melalui prosesi adat Sasak Bayan yang menampilkan arak-arakan hasil bumi dan doa bersama di Masjid Kuno Bayan Beleq.

Keempat festival ini memperkuat posisi NTB sebagai daerah yang konsisten menjaga budaya sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis tradisi. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button