39 Jabatan Kepala SMA Sederajat di NTB Masih Diisi Plt, Dikpora Segera Buka Seleksi
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB mengakui, masih terdapat 39 jabatan kepala SMA sederajat diisi Pelaksana Tugas (Plt).
Dari total 57 sekolah, 26 posisi kepala SMA sederajat di NTB telah terisi. Terdiri dari 18 Plt yang menjadi definitif dan delapan hasil pergeseran.
“Masih ada 39 sekolah yang kepala sekolah Plt atau kosong. InsyaAllah dua minggu ke depan kami sudah merancang pelaksanaan seleksinya,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, Surya Bahari Senin, 26 Januari 2026.
Menurutnya, proses seleksi calon kepala sekolah akan berlangsung sekitar dua minggu. Seleksi ini bertujuan untuk memetakan potensi, kompetensi, serta kapasitas kepemimpinan para calon sebelum penetapan.
“Dalam dua minggu seleksi itu, kami akan memperoleh gambaran potensi, kemampuan, dan aspek lainnya dari para calon,” jelasnya.
Hasil seleksi tersebut tidak hanya menentukan pengisian jabatan yang masih kosong, tetapi juga berpotensi memicu pergeseran kepala SMA sederajat di NTB. Pihaknya melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk masa tugas, kinerja, serta prestasi kepala sekolah yang saat ini menjabat.
“Dari hasil pengujian dan evaluasi itu, barulah dilakukan tindakan termasuk rolling (rotasi, red) agar tidak terjadi kejenuhan,” katanya.
Tahapan Seleksi
Surya memaparkan, tahapan seleksi mulai dari seleksi administrasi, kemudian tes berbasis komputer (CAT), dan wawancara. Peserta yang lolos akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) kepala sekolah.
“Dalam periode tersebut mereka tetap mengikuti diklat. Jika tidak lulus, maka setelah satu periode otomatis selesai masa jabatannya. Namun jika lulus dan dinilai baik, bisa berlanjut,” terangnya.
Ia menegaskan, skema ini merupakan jalur non-reguler yang pemerintah daerah tempah untuk menghindari kekosongan jabatan kepala sekolah yang terlalu lama. Pembiayaan skema tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau terlalu lama kosong, ada sekolah yang tidak tertangani dengan baik. Karena itu kita isi secara resmi,” tegasnya.
Terkait sebaran kekosongan jabatan, Surya memastikan tidak terkonsentrasi di satu wilayah tertentu. Sekolah-sekolah yang belum terisi kepala sekolah definitif tersebar hampir merata di seluruh daerah di NTB. (Alwi)



