Pemkot Mataram Siapkan Pelayanan Haji 2026 untuk 854 Jemaah Reguler dan 337 Cadangan
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama Kementerian Haji dan Umrah, mulai mematangkan persiapan keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) 2026. Hingga 23 Januari 2026, tercatat sebanyak 813 jemaah telah resmi melakukan pelunasan biaya haji.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyampaikan, kuota reguler JCH Kota Mataram 2026 berjumlah 854 orang dengan 337 jemaah cadangan.
“Dari hasil koordinasi dengan Kemenag, sudah ada 813 orang yang melunasi. Masih ada 41 orang lagi yang sudah melunasi namun belum menyerahkan paspornya. Kami terus mendorong agar seluruh proses administrasi ini segera tuntas,” ujar Lalu Martawang, Senin, 26 Januari 2026.
Manasik Haji Virtual dan Fokus Lansia
Sebagai langkah peningkatan pelayanan, Pemkot Mataram merencanakan pelaksanaan Manasik Haji pada awal hingga pertengahan Februari 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, manasik kali ini akan mengedepankan metode visual dan virtual agar jemaah memiliki gambaran nyata mengenai kondisi di Makkah dan Madinah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Dewi Ayu Murniati mengatakan, fokus utama tahun ini juga tertuju pada jemaah lansia. Berdasarkan data kesehatan, terdapat sekitar 300 lebih jemaah yang masuk kategori lansia.
“Kami belajar dari kompleksitas pelaksanaan haji tahun 2025 lalu. Pengaturan kamar dan kloter akan dimodifikasi agar jemaah lansia tidak terkumpul dalam satu kamar tanpa pendampingan yang memadai. Kami ingin memastikan kemandirian jemaah tetap optimal namun tetap saling membantu,” jelas dr. Dewi.
Kesiapan Petugas dan Harapan Kloter Utuh
Untuk mendukung kelancaran ibadah, Pemkot Mataram telah menyiapkan petugas haji. Terdiri dari dua orang tenaga pelayanan umum dan satu orang tenaga kesehatan (dokter).
Pemkot Mataram berharap dengan jumlah jemaah yang ada, Kota Mataram bisa mendapatkan setidaknya tiga kloter, yang terdiri dari dua kloter utuh dan satu kloter gabungan. Hal ini diharapkan dapat memudahkan koordinasi dan pengawasan selama jemaah berada di tanah suci.
“Referensi kendala di tahun 2025 telah kami siapkan mitigasinya melalui plan (rencana, red) A, B, dan C. Intinya, kami ingin memberikan pelayanan terbaik dan paling nyaman bagi seluruh jemaah haji Kota Mataram,” tutup Martawang. (*)



