Lombok Tengah

Dana Bencana Dipangkas, Pembangunan Jalan dan Irigasi 2026 di Lombok Tengah Terhenti

Mataram (NTBSatu) – Pemotongan dana transfer daerah hingga Rp427 miliar, berdampak sistematis terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lombok Tengah tahun 2026. Akibatnya, berbagai aktivitas pembangunan fisik terhenti.

Pemangkasan anggaran ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, terpaksa menghentikan proyek strategis. Mulai dari perbaikan jalan hingga rehabilitasi saluran irigasi.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Tengah, Taufukurrahman Pua Note, mengungkapkan dampak pemangkasan dana darurat, karena adanya pemotongan transfer dari pemerintah pusat.

Aturan ini memaksa Pemkab Lombok Tengah harus melakukan penyesuaian belanja di semua lini. Akibatnya, demi menjaga nafas anggaran, berbagai proyek fisik terpaksa dihentikan.

IKLAN

“Banyak (dampak sistematisnya). Kami tidak punya kegiatan pembangunan. DAK kami untuk pembangunan jalan, rehabilitasi jalan nggak ada, sumber daya air nggak ada. Itu yang terjadi,” ujarnya pada NTBSatu pada Minggu, 25 Januari 2026.

Arman menegaskan, pemotongan dana BTT dari Rp7 miliar menjadi RP2,5 miliar, bukan karena dana tahun lalu tidak terserap, melainkan murni karena penyusutan drastis pada keuangan daerah.

Situasi ini tidak hanya dialami oleh Pemkab Lombok Tengah, tetapi dirasakan secara kolektif oleh berbagai Kabupaten/Kota, sebagai penyesuaian anggaran dari pusat.

Meskipun pembangunan vital ini terhenti, ia tetap meyakinkan publik jika dana darurat bencana akan menjadi skala prioritas Pemkab Lombok Tengah.

Hal ini sesuai dengan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, yang memungkinkan pergeseran anggaran jika terjadi bencana besar, tanpa menunggu rencana APBD Perubahan.

“InsyaaAllah, ruang untuk penambahan BTT selalu ada jika sifatnya mendesak. Tapi saat ini, kita memang harus menyesuaikan dengan semua daerah yang juga mengalami pemangkasan,” ujarnya.

Di sisi lain, sampai berita ini diturunkan, pihak DPRD Lombok Tengah Komisi II yang membidangi keuangan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi secara langsung dan melalui telepon tidak membuahkan hasil. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button