Sumbawa

Pembangunan RSUD Sumbawa Butuh Tambahan Rp300 Miliar, Pemkab Bidik APBN hingga KPBU

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp300 miliar, untuk menuntaskan pembangunan RSUD Sumbawa.

Pemkab kini menyiapkan berbagai skema pembiayaan, mulai dari APBN, APBD hingga KPBU, agar rumah sakit tersebut segera beroperasi optimal.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengungkapkan, masih terdapat sembilan gedung yang harus selesai pengerjaannya.

“Ada sembilan gedung lagi. Salah satunya gedung untuk perawatan itu nanti di kelas I, II, dan III untuk di lantai tiga. Gedung lima itu di lantai dua untuk laundry, kamar jenazah, fasilitas kesehatan lainnya, dan ruang VVIP,” ungkapnya kepada NTBSatu, Rabu 21 Januari 2026.

IKLAN

Menurutnya, Pemkab Sumbawa akan melobi Pemerintah Pusat untuk menambah alokasi anggaran pembangunan RSUD. Skema pembiayaan akan dibagi antara APBN dan APBD, disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

Selain itu, opsi peminjaman ke PT SMI, Bank NTB Syariah, maupun Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) juga tengah pemerintah daerah kaji untuk menentukan model yang paling efektif.

“Target kami secepat mungkin, tetapi realisasinya sangat bergantung pada hasil lobi ke pusat dan kesiapan alokasi APBN,” ujarnya.

Untuk 2026, Pemkab Sumbawa belum memperoleh alokasi pembangunan fisik baru. Namun, tahun ini RSUD Sumbawa telah mendapatkan peralatan medis prioritas untuk layanan kanker, jantung, stroke, dan urologi dengan ruang layanan yang sudah ada.

“Beberapa gedung, seperti Gedung H, telah beroperasi, termasuk untuk layanan Rumah Sakit Jiwa (RSJ), sehingga proses pelayanan tidak terhenti,” tambahnya.

Suharmaji menegaskan, pembangunan dilakukan bertahap dan berkelanjutan, agar setiap gedung yang selesai dapat langsung difungsikan tanpa menunggu keseluruhan proyek rampung.

“Tidak stagnan, gedung itu langsung beroperasi dan untuk peralatan pembangunannya tahun ini sudah akan masuk, tetap beroperasi tidak stagnanlah,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button