Sumbawa

Kado HUT Ke-67 Sumbawa, Jarot–Ansori Resmikan Proyek Infrastruktur Rp53,6 Miliar

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kabupaten Sumbawa, dengan meresmikan sejumlah proyek strategis bernilai miliaran rupiah.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori meresmikan 19 paket proyek konstruksi senilai Rp53,6 miliar yang bersumber dari APBD 2025.

Pemkab Sumbawa memusatkan kegiatan peresmian di RSUD Sering Sumbawa, Selasa, 20 Januari 2026. Sejumlah unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, serta jajaran tenaga kesehatan turut menghadiri acara tersebut.

Pada masa awal kepemimpinan Jarot-Ansori, capaian pengadaan mencakup 19 paket konstruksi strategis senilai Rp53,6 miliar, tiga paket konsultansi, serta 3.662 paket e-purchasing dengan total nilai Rp146,8 miliar.

IKLAN

Bupati Jarot menjelaskan, capaian tersebut mengantarkan Sumbawa meraih Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) sebesar 82,9 persen dengan predikat baik, serta UKPBJ level 3 kategori proaktif.

Jawab Kebutuhan Masyarakat

Sepanjang 2025, Pemkab Sumbawa melaksanakan 5.050 paket pekerjaan fisik yang tersebar di 32 OPD dan 24 kecamatan. Bupati Jarot menegaskan, Pemkab Sumbawa memprioritaskan proyek-proyek yang diresmikan karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Lima proyek yang kita resmikan hari ini mencerminkan arah pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor kesehatan, tata kelola aparatur, perlindungan sosial, hingga ruang publik beridentitas daerah,” tegas Jarot.

Di sektor kesehatan, Jarot-Ansori meresmikan penggunaan Gedung C RSUD Sumbawa yang melayani gawat darurat, ICU kebidanan, serta instalasi farmasi termasuk cathlab dan perawatan intensif. Pemkab juga mulai mengoperasikan Gedung H RSUD Sumbawa sebagai pusat poliklinik dan pelayanan kesehatan jiwa.

Bupati Jarot menyebut pembangunan Gedung H sebagai respons atas tingginya angka gangguan jiwa di Sumbawa. Ia mengungkapkan, Sumbawa menempati urutan kedua kasus gangguan jiwa di NTB meski jumlah penduduknya lebih sedikit dari Pulau Lombok.

“Sumbawa penduduknya lebih kecil dari Lombok, tetapi menempati urutan kedua gangguan jiwa. Ini masalah serius. Karena itu, kita siapkan gedung yang lebih representatif dan manusiawi,” tegasnya.

Selain kesehatan, Pemkab Sumbawa memperkuat tata kelola birokrasi dengan meresmikan gedung baru Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Gedung tersebut telah lengkap dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), guna menjamin transparansi seleksi ASN dan PPPK.

“Tidak ada lagi istilah ‘bantu saya’ atau ‘bantu anak saya’. Dengan sistem digital, hasil tes langsung muncul di monitor. Kita ingin birokrasi yang bersih dan profesional,” kata Bupati Jarot.

Lakukan Penyerahan Simbolis

Pada momentum HUT Ke-67 ini, Jarot–Ansori juga meresmikan Gedung DP2KBP3A, Taman Sabalong Samalewa sebagai ruang publik beridentitas daerah, serta menyerahkan secara simbolis Gedung SPKT Polres Sumbawa, rumah dinas Kejaksaan, Kantor Pengadilan Negeri, dan hasil rehabilitasi Makodim Sumbawa.

Ke depan, Bupati Jarot berharap Pemkab Sumbawa dapat membangun Sumbawa Convention Hall di kawasan Taman Kerato sebagai pusat kegiatan berskala besar.

“Kita ingin Sumbawa memiliki gedung konvensi yang bergengsi agar daerah ini semakin dikenal melalui fasilitas publik yang representatif,” harapnya.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menyebut, rampungnya Gedung C dan H RSUD Sumbawa sebagai kado terbaik bagi masyarakat. Ia memastikan, fasilitas tersebut langsung dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Ini proyek yang sudah lama dinanti masyarakat. Alhamdulillah, hari ini kita resmikan dan langsung bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Wabup Ansori juga mengingatkan seluruh jajaran RSUD Sering untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut, serta mengedepankan pelayanan yang cepat, responsif, dan manusiawi.

“Gedung boleh megah, tetapi pelayanan harus lebih baik. Nyawa lebih penting dari administrasi,” tegasnya.

Peresmian proyek infrastruktur senilai Rp53,6 miliar ini harapannya menjadi momentum percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan, birokrasi, dan ruang publik di Kabupaten Sumbawa. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button