BERITA NASIONAL

Profil PT Indonesia Air Transport, Perusahaan Pemilik Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung Sulsel

Jakatra (NTBSatu) – Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat tersebut diduga jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Profil PT Indonesia Air Transport

Melansir laman resmi perusahaan, Senin, 19 Januari 2026, Indonesia Air Transport merupakan perusahaan jasa penerbangan charter yang telah beroperasi sejak 1968.

Maskapai ini melayani penerbangan pesawat sayap tetap (fixed-wing) dan helikopter. Terutama, untuk kebutuhan industri minyak dan gas, pertambangan, korporasi, serta penerbangan VIP.

IKLAN

Dalam perjalanan bisnisnya, grup MNC milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo mengakuisisi Indonesia Air Transport.

Pada 2022, arah bisnis perusahaan tidak hanya sebagai penyedia jasa penerbangan charter, tetapi juga merambah sektor pertambangan.

Seiring perubahan tersebut, nama perusahaan induk berganti dari PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk menjadi PT MNC Energy Investment Tbk. Perusahaan tersebut telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham tetap IATA.

Saat ini, PT MNC Energy Investment Tbk bertindak sebagai perusahaan induk dari empat entitas terafiliasi. Yakni PT Indonesia Air Transport, PT Global Maintenance Facility, PT MNC Infrastruktur Utama, dan PT Bhakti Coal Resources.

Spesifikasi Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak merupakan bagian dari keluarga pesawat turboprop regional ATR 42 series.

Jenis pesawat ini banyak melayani penerbangan jarak pendek hingga menengah dan memiliki efisiensi bahan bakar. Serta, kemampuan beroperasi di bandara dengan landasan terbatas.

Karakteristik tersebut membuat ATR 42-500 kerap untuk penerbangan charter maupun rute perintis di Indonesia. Selain ATR 42-500, armada pesawat Indonesia Air Transport juga mencakup Embraer Legacy-600 dan helikopter Airbus Helicopter EC 155-B1.

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 tersebut membawa total 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Pilot pesawat bernama Capt Andy Dahananto, yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi perusahaan sejak 19 Juni 2019.

Capt Andy Dahananto lahir pada 1967 dan merupakan lulusan Juanda Flying School pada 1987. Ia memulai karier penerbangannya pada 1988 di Indonesia Air Transport sebagai pilot pesawat sayap tetap, dan terus berkiprah di perusahaan tersebut hingga saat ini.

Sementara itu, tiga penumpang yang berada di dalam pesawat merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ketiganya tengah menjalankan tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, melalui misi air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan.

“Tim air surveillance dari Direktorat Jenderal PSDKP sejumlah tiga orang yaitu saudara Ferry Irawan, saudara Deden Mulyana, dan saudara Yoga Naufal,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button