TGB Kenang Vidi Aldiano, dari Panggung MTQ hingga Peredam Suara Islamic Center NTB
Mataram (NTBSatu) – Kepergian penyanyi solo kebanggan Indonesia, Vidi Aldiano menyisakan kenangan mendalam. Bukan hanya di panggung nasional, tetapi juga di hati masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di balik kemegahan Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB, rupanya menyimpan kontribusi nyata dari sosok Vidi Aldiano untuk memastikan setiap doa tersampaikan dengan jernih.
Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi juga turut mengenang keterlibatan Vidi Aldiano. Terlebih, saat merancang akustik masjid kebanggaan NTB itu.
​”InsyaAllah, itu semua menjadi amal jariyah untuk almarhum Vidi Aldiano,” tulisnya di akun Instagram pribadinya @tuangurubajang, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Tampil saat Pembukaan MTQ Nasional 2026
Keterlibatan Vidi di Lombok berawal saat diminta secara khusus, untuk turut memeriahkan pembukaan MTQ nasional 2016 di Mataram.
Diketahui saat itu, Vidi masih berada di Amerika Serikat. Namun, ia bersedia kembali ke tanah air untuk menghibur masyarakat NTB dengan lagu-lagu religi dan suara lembutnya.
Ia tampak memukau saat berada di atas panggung bersama adiknya, Vadi Akbar. Vidi Aldiano juga berkolaborasi dengan musisi senior Sam dan Asri Bimbo, saat sesi penutupan kegiatan.
Selain itu, Vidi juga rupanya ikut turun tangan membantu perancangan teknis akustik dan sistem tata suara untuk perhelatan akbar acara tersebut. Kerja kerasnya memastikan, suara para qari dan qariah dapat dinikmati dengan kualitas jernih oleh ribuan orang yang memadati arena di setiap malamnya.
Rupanya, keahlian teknis Vidi sejalan dengan visi ayahnya, Harry Kriss yang merupakan sahabat lama TGB. Ia yang pertama kali mendorong sistem suara berkualitas di Islamic Center NTB.
“Tuan Guru, masjid ini perlu effort (upaya, red) khusus agar sound-nya (pengeras suara, red) bisa maksimal,” kenang TGB menirukan ucapan Harry saat keduanya berkeliling masjid pada tahun 2016 silam.
Harry dan timnya akhirnya merancang ornamen khusus di atap dan dinding masjid yang tidak hanya berfungsi secara estetika. Tetapi juga, sebagai peredam pantulan suara yang efektif.
Dalam setiap pertemuan di Mataram, Harry selalu meminta TGB untuk memberikan doa untuk Vidi sekaligus menceritakan bakat dan kiprah anaknya. “Tolong doakan Vidi, Tuan Guru,” tulis TGB menirukan pesan yang sering Harry Kiss sampaikan saat mengirimkan karya-karya terbaru putranya.
Kini, ornamen peredam suara di Islamic Center NTB menjadi saksi bisu dedikasinya yang akan terus bergema di tengah masyarakat Lombok. (Inda)



