53 Tenaga Non-ASN DLH Sumbawa Dirumahkan, Beban Kerja Petugas Lapangan Meningkat
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kebijakan tidak diperpanjangnya kontrak 2.503 tenaga Non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, mulai berdampak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo mengatakan, ritme kerja petugas lapangan mulai terasa terdampak. Sebab, sebanyak 53 tenaga Non-ASN resmi dirumahkan setelah masa kontrak mereka berakhir pada 31 Desember 2025.
Ia mengonfirmasi, kontrak 53 tenaga tersebut berhenti bekerja sejak 1 Januari 2026. Pipin menyebutkan, puluhan pegawai ini mencakup berbagai lini krusial. Mulai dari pasukan kuning, kru truk sampah, penyapu jalan hingga petugas taman yang menjaga kebersihan dan keindahan kota.
“Kemarin itu total tenaga kami yang tidak diperpanjang kontraknya atau dirumahkan sekitar 53 orang. Ini termasuk pasukan kuning, kru truk sampah, penyapu jalan, dan juga pasukan taman,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 15 Januari 2026.
Pipin menuturkan, pengurangan personel dalam jumlah besar ini memberi dampak signifikan terhadap beban kerja pegawai yang masih aktif. Dengan cakupan area kerja yang tetap tetapi jumlah personel berkurang, para petugas harus bekerja lebih ekstra, baik dalam hal waktu maupun intensitas pekerjaan.
“Iya berpengaruh, pasti berpengaruh. Mereka akhirnya beban kerjanya meningkat. Misalnya penyapu jalan, sekarang harus meng-handle area yang lebih luas karena personelnya berkurang,” jelas Pipin.
Selain itu, ia menekankan, kondisi ini membutuhkan koordinasi lebih intensif di lapangan agar pelayanan kebersihan tetap berjalan lancar. DLH terus menata ulang jadwal kerja dan memprioritaskan area-area yang paling membutuhkan perhatian.
Meski pengurangan 53 personel lapangan, Pipin menegaskan, DLH tetap berupaya maksimal agar pelayanan kebersihan dan keindahan Kota Sumbawa tidak terbengkalai.
Ia mengatakan, saat ini, pihak DLH Sumbawa fokus melakukan optimalisasi sumber daya manusia yang ada. Kemudian, memaksimalkan jadwal dan peralatan yang tersedia, serta menjaga koordinasi internal agar pelayanan tetap efisien.
“Kami optimalkan yang ada untuk tetap melakukan peningkatan pelayanan di tengah kondisi ini. Kami juga berharap masyarakat ikut mendukung dengan menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya. (*)



