Kabupaten Sumbawa Raih Peringkat Kedua Pelaporan Mutu dan Keselamatan Pasien di NTB
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa berhasil meraih Peringkat Kedua dalam Kepatuhan Pelaporan Indikator Nasional Mutu dan Insiden Keselamatan Pasien, tingkat Provinsi NTB tahun 2025.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit, yang konsisten melakukan pelaporan dan pemantauan mutu layanan kesehatan sesuai standar pemerintah pusat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan di Sumbawa. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025.
Ia menambahkan, pencapaian ini menunjukkan sistem pelayanan kesehatan di Sumbawa semakin tertata dan terus meningkat. Sehingga, harapannya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Sebagai informasi, Indikator Nasional Mutu menjadi ukuran standar untuk menilai mutu layanan kesehatan. Termasuk waktu tunggu pelayanan, ketepatan penanganan gawat darurat, dan kepatuhan protokol klinis. Semakin lengkap dan tepat waktu laporan, semakin baik tata kelola layanan kesehatan.
Kemudian, Insiden Keselamatan Pasien mencatat kejadian yang berdampak pada keselamatan pasien. Mulai dari near miss atau kejadian nyaris cedera, kejadian tidak diharapkan, hingga kejadian sentinel. Pelaporan IKP bertujuan mencegah kesalahan berulang dan meningkatkan budaya keselamatan pasien.
Konsistensi Fasyankes di Kabupaten Sumbawa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat menyebut, keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi seluruh fasyankes dalam melakukan pengukuran dan pelaporan mutu. Hal tersebut sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Tahun 2022, melalui aplikasi Mutu Fasyankes milik Kementerian Kesehatan.
“Prestasi ini sekaligus mencerminkan efektivitas pembinaan dan pengawasan dinas kesehatan terhadap semua fasyankes di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya kepada NTBSatu, Sabtu, 29 November 2025.
Sarip juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader, pemerintah kecamatan dan desa, mitra pembangunan, serta masyarakat yang mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan.
“Upaya bersama ini sejalan dengan program Bupati Sumbawa yang menekankan pelayanan publik berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk sektor kesehatan,” tambahnya.
Sarip memaparkan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa dari pencapaian ini antara lain:
- Layanan lebih terukur: Pemkab dapat cepat mengidentifikasi masalah dan mengambil tindakan perbaikan;
- Layanan lebih aman: Tenaga kesehatan lebih disiplin dan mengikuti prosedur standar operasional;
- Transparansi meningkat: Setiap kejadian dianalisis, diperbaiki, dan tidak disembunyikan;
- Motivasi fasyankes meningkat: Peringkat kedua tingkat provinsi menjadi dorongan bagi Puskesmas dan rumah sakit untuk bekerja lebih profesional.
Capaian Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang profesional, berdaya saing, dan menjamin keselamatan pasien. (*)



