BREAKING NEWSKabupaten Bima

Dampak Banjir Bima: Timbunan Lumpur di Sanggar, 9 Rumah Rusak di Wawo

Mataram (NTBSatu) – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Bima pada Senin, 10 November 2025, meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah.

Kecamatan Sanggar menjadi salah satu titik terdampak terparah dengan timbunan lumpur tebal di area pemukiman. Sementara di Kecamatan Wawo, 9 rumah warga rusak akibat terpaan angin kencang.

IKLAN

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima mencatat, total 764 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa terdampak.

Hujan intensitas tinggi sejak pukul 11.40 hingga 14.40 Wita menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga, jalan raya, serta lahan pertanian.

IKLAN

Di Kecamatan Sanggar, empat desa dilanda banjir yaitu Desa Boro, Kore, Sandue, dan Taloko. Air setinggi 30 hingga 80 sentimeter merendam lebih dari 300 rumah.

IKLAN

Setelah air surut, warga di empat desa itu kini bergotong royong membersihkan timbunan lumpur dan material banjir yang menutup jalan dan halaman rumah.

Sementara itu, di Kecamatan Wawo, angin kencang memporak-porandakan 9 rumah di Desa Pesa dan 6 rumah di Desa Maria. Satu tiang listrik bahkan roboh dan menimpa rumah warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, di Kecamatan Wawo, angin kencang memporak-porandakan 9 rumah di Desa Pesa dan 6 rumah di Desa Maria. Satu tiang listrik bahkan roboh dan menimpa rumah warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa

Wilayah lain yang juga terdampak adalah Kecamatan Bolo, Soromandi, dan Wera. Di Kecamatan Bolo, banjir merendam Desa Nggembe, Tumpu, dan Rada, menutup akses jalan provinsi lintas Sila–Donggo.

Sedangkan di Kecamatan Wera, derasnya arus air merusak tebing sungai di Desa Mandala dan Nangawera sepanjang lebih dari 200 meter.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kami masih melakukan pendataan terhadap lahan pertanian, fasilitas umum, dan infrastruktur yang terdampak,” kata Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Bima dalam laporan resminya, Senin malam, 10 November 2025.

Tim BPBD Kabupaten Bima bersama unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa terus bergerak cepat melakukan pendataan, pembersihan lumpur. Serta, penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga warga diminta segera melapor jika terjadi tanda-tanda bencana di wilayah masing-masing. (*)

Berita Terkait

Back to top button