Sumbawa

Pemkab Sumbawa Dukung Percepatan Pengembangan KEK Samota

Sumbawa (NTBSatu)Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendukung percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Bappeda Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi, mengungkapkan, perhatian Pemerintah Provinsi NTB pada kawasan Samota merupakan langkah yang sangat dinantikan.

“Selama ini Samota merupakan kawasan strategis provinsi, tetapi nyaris tidak pernah tersentuh intervensi nyata. Kini, Pemprov mulai memprioritaskan sumber dayanya ke kawasan ini, dan itu sangat membantu Pemkab Sumbawa,” ungkapnya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Menurutnya, Samota menyimpan potensi ekonomi besar. Apabila pemerintah mengelolanya dengan tepat akan menjadi pusat pertumbuhan baru. Sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, perikanan tangkap dan budidaya, energi baru terbarukan, hingga jasa ekosistem dan lingkungan.

“Dengan Pulau Moyo, Teluk Saleh, Tambora, dan kawasan sekitarnya, Samota memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain. Inilah kekuatan yang sedang didorong,” katanya.

IKLAN

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Sumbawa bersama lembaga mitra telah melakukan pemetaan awal (mapping). Proses ini melibatkan langsung para kepala desa untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Berbeda desa, berbeda karakteristik dan potensi. Itulah sebabnya pemetaan ini penting, agar pengembangan Samota sesuai dengan kondisi lapangan dan keunggulan lokal,” tambahnya.

Selain pemetaan desa, Pemkab Sumbawa juga menekankan pentingnya penyusunan masterplan Samota yang kini sudah menjadi komitmen Pemprov NTB dalam Musrenbang.

Masterplan ini nantinya akan menjadi acuan dalam mengintegrasikan berbagai sektor pembangunan di kawasan strategis tersebut.

Dengan posisi geografis yang strategis, ia meyakini Samota mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi biru di NTB. Melengkapi KEK Mandalika di Lombok dan KEK Labuan Bajo di NTT.

IKLAN

Pemkab berharap percepatan ini juga mendapat dukungan semua pihak, baik dari pemerintah pusat, provinsi, dunia usaha, maupun masyarakat lokal.

“Kalau KEK di Lombok dan Labuan Bajo sudah lebih dulu berjalan, maka Sumbawa melalui Samota siap melengkapi sebagai episentrum baru,” pungkasnya. (*)

Cahyatul Komala

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button