Sumbawa

Bupati Jarot dan Rektor Unram Kunjungi Pulau Moyo, Siapkan Jadi Pusat Ekowisata NTB

Mataram (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Moyo pada 21–23 Agustus 2025.

Dalam kegiatan ini, Bupati Jarot menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menata Pulau Moyo sebagai pusat ekowisata Nusa Tenggara Barat.

Sebagai langkah awal, penangkaran rusa di Pendopo Kabupaten menampung lebih dari 100 ekor. Namun, kondisi lokasi yang sempit membuat populasi tidak lagi tertampung.

“Populasinya berkembang cukup bagus, tapi lokasi penangkaran di pendopo sudah overload. Karena itu, kami berencana melepasnya ke habitat alaminya di Pulau Moyo yang memang ekosistemnya sangat cocok,” jelas Jarot, melansir Universitas Mataram, Rabu, 27 Agustus 2025.

Menurutnya, pelepasliaran bukan sekadar pemindahan satwa, melainkan program berkelanjutan yang melibatkan masyarakat.

IKLAN

Selain itu, rusa yang dilepas ke Pulau Moyo akan dilatih supaya lebih jinak. Sehingga keberadaannya bisa menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik di tengah ekowisata Sumbawa.

“Wisatawan bisa memberi makan rusa di titik-titik tertentu yang akan kita tata bersama. Ini bukan hanya konservasi, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya

Pemkab Sumbawa juga menyiapkan pengembangan ekowisata terpadu. Program tersebut mencakup penataan homestay, perbaikan akses jalan, dan optimalisasi destinasi unggulan seperti Air Terjun Mata Jitu.

Dengan penataan yang lebih baik, Bupati Jarot ingin masyarakat lokal ikut merasakan manfaat dengan kedatangan wisatawan mancanegara yang dapat meningkatkan perekonomian mereka.

Dukungan Penuh dari Unram

Langkah strategis Bupati Jarot dalam mengembangkan Pulau Moyo memperoleh dukungan penuh dari Universitas Mataram (Unram).

IKLAN

“Dulu Pulau Moyo kita kenal sebagai habitat berkembangnya rusa atau menjangan. Namun, dari tahun ke tahun jumlahnya menurun. Karena itu, bersama Pak Bupati kami berinisiatif membudidayakan kembali agar populasinya meningkat,” ujar Rektor Unram, Bambang Hari Kusumo, Melansir Universitas Mataram, Rabu, 27 Agustus 2025

Unram merancang pengelolaan rusa melalui budidaya terkontrol, inseminasi buatan, hingga pelepasliaran terbatas dengan sistem monitoring.

Selain rusa, Bambang menyoroti potensi madu Pulau Moyo yang unik dan bernilai tinggi.

“Seperti halnya Madu Manuka di New Zealand yang harganya sangat mahal, Madu Moyo juga memiliki kandungan unik yang bermanfaat untuk kesehatan. Dengan branding dan pengemasan yang tepat, madu ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Bambang menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Unram hadir di Pulau Sumbawa. Menurutnya, Unram ingin berperan bukan hanya sebagai kampus akademis, tetapi juga sebagai lembaga yang membangun dan mengabdi bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Back to top button