Politik

Siswa SD di Mataram Terindikasi Terjerat Grup Seksual Menyimpang, Dewan Desak Libatkan Psikolog

Mataram (NTBSatu) – Komisi IV DPRD Kota Mataram, menyoroti maraknya indikasi perilaku seksual menyimpang di kalangan siswa SD.

Anggota DPRD, Nyayu Ernawati menyampaikan keprihatinannya dalam rapat kerja bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pendidikan Kota Mataram, Senin, 25 Agustus 2025

Menurut Nyayu, salah satu temuan paling mengkhawatirkan, dugaan siswa SD di Kota Mataram terlibat dalam grup percakapan daring khusus anak dengan kecenderungan perilaku menyimpang.

Lebih mencengangkan lagi, untuk bisa bergabung dalam grup tersebut, anak-anak diwajibkan melakukan hubungan seksual terlebih dahulu.

“Ini sangat mengerikan. Tidak bisa dibiarkan, apalagi menyasar anak-anak usia dini,” ungkapnya.

IKLAN

Politisi PDI Perjuangan yang juga pemerhati anak ini menekankan, kasus tersebut bukan sekadar masalah individu, tetapi berpotensi menimbulkan efek domino.

Korban bisa berubah menjadi pelaku berikutnya, karena rasa penasaran atau dorongan ingin diterima kelompok.

“Jangan dianggap remeh. Perilaku menyimpang di usia dini biasanya lahir dari minimnya pengawasan dan kuatnya pengaruh lingkungan,” ungkapnya.

Nyayu menilai, lemahnya edukasi terkait kesehatan reproduksi dan pendidikan karakter di sekolah menjadi salah satu celah utama.

Ia mendorong, Dinas Pendidikan segera merancang program penyuluhan yang intensif, berkelanjutan, dan menyentuh aspek psikologis anak.

IKLAN

“Anak-anak sering ikut-ikutan karena tidak tahu bahwa itu salah. Karena itu, penyuluhan harus benar-benar membentengi mereka,” tegasnya.

Tak hanya itu, Nyayu juga mendesak DP3A untuk segera melibatkan psikolog dalam menangani anak-anak yang sudah terindikasi, baik sebagai korban maupun pelaku.

“Pendampingan psikologis wajib segera dilakukan. Jangan tunggu hingga semakin banyak anak yang terjerumus,” tandas Legislator Dapil Ampenan ini. (*)

Berita Terkait

Back to top button