Temuan Makanan MBG Diduga Basi, Pemkot Mataram Bakal Evaluasi Seluruh SPPG

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, Pemkot segera mengumpulkan Dinas Kesehatan, penyedia/mitra MBG, dan perwakilan SPPG untuk memetakan persoalan di lapangan serta memperkuat koordinasi lintas pihak.
“Teman-teman Dinas Kesehatan sudah turun, tetapi pengawasan masih terkendala jumlah personel. Kami akan cek ketat kepatuhan SOP, kelayakan peralatan, serta kualitas bahan,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.
Ia menambahkan, evaluasi diprioritaskan karena yang terdampak langsung adalah anak-anak. Adapun hal ini sebagai respon terhadap keluhan orang tua murid di Kecamatan Cakranegara, terkait dugaan makanan MBG untuk PAUD dan SD yang basi dan tidak layak konsumsi.
Aduan telah disampaikan ke DPRD Kota Mataram. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati menyatakan keprihatinannya.
“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi potensi bahaya. Katanya makanan bergizi, kok seperti ini,” sindirnya.
Ia mengingatkan, agar keselamatan anak menjadi prioritas dan meminta pertanggungjawaban jika terjadi dampak kesehatan.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan penguatan hulu program. Atas permintaan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemkot Mataram mengajukan empat lokasi dapur MBG dengan lahan masing-masing sekitar tujuh are di beberapa kecamatan.
“Lahan disiapkan Pemkot, teknis pendukung akan dibantu,” kata Alwan.
Program MBG di Kota Mataram saat ini masih berlanjut sejak tahap uji coba pada 13 Januari 2025.
Alwan menyebut, kasus di Cakranegara menjadi atensi bersama untuk membenahi pengawasan, memastikan prosedur berjalan. Serta, menjamin setiap paket makanan aman dan layak konsumsi.
“Pemkot menargetkan hasil evaluasi segera ditindaklanjuti, agar tujuan utama program meningkatkan asupan gizi dan kesehatan peserta didik benar-benar tercapai,” pungkas Alwan. (*)