Sejumlah Bangunan di Pantai Tanjung Aan Digusur, Warga Sempat Layangkan Protes

Mataram (NTBSatu) – Sejumlah bangunan di Pantai Tanjung Aan, Kuta Mandalika, Lombok Tengah digusur oleh ratusan aparat gabungan, Selasa, 15 Juli 2025. Bangunan tersebut rata-rata merupakan tempat usaha warga di lokasi sekitar.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi menyampaikan, sebelum pengosongan, pengusaha di atas lahan sudah mendapat peringatan untuk mengosongkan tempat tersebut. Namun, ada sebagian yang tidak mengindahkannya.
“Per hari ini, total sebanyak 26 bangunan,” kata Brata, Selasa, 15 Juli 2025.
Proses evakuasi pengosongan lahan ini akan berlangsung selama tiga hari. Kawasan yang digusur tahap pertama di Batu Kotaq, kemudian ke bagian tengah dan terakhir di Bukit Merese.
“Pengosongan ini akan kita lakukan dalam waktu tiga hari ke depan. Intinya kita ingin memastikan, tidak ada bangunan di atas lahan tersebut,” ujarnya.
Dalam proses evakuasi ini, sempat ada protes atau perlawanan dari warga. Namun, hal itu bisa teratasi.
“Sempat ada protes dari pihak Kafe Aloha. Bukan protes yang gimana-gimana, mereka hanya meminta untuk mengevakuasi sendiri barang-barang tersebut,” jelasnya.
Aparat menggeser barang-barang warga ke pinggir pantai, mengunakan alat ungkit untuk mempercepat proses pengosongan lahan yang rencananya untuk pembangunan hotel bintang lima di kawasan tersebut.
Brata menyampaikan, tidak ada kendala di lapangan hanya cuaca saja yang panas, semua berjalan sesuai target sampai siang hari dan akan berlanjut Selasa besok. (*)