HEADLINE NEWSSumbawa

“Mesin” Birokrasi Bekerja, Jarot-Ansori Catat Sejumlah Capaian Strategis Program Daerah dan Nasional

Pemerintahan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati, Ansori pada fase tahun pertama kepemimpinan. Birokrasi sebagai mesin penggerak lokomotif pemerintahan, berhasil mencatatkan sederet capaian. Jelang setahun, mesin birokrasi mampu mencurahkan energi pada konsolidasi, penguatan fondasi tata kelola, serta persiapan lompatan pembangunan jangka menengah. Bagaimana catatan pencapaiannya?

———————

Selama 10 bulan pertama, Pemkab Sumbawa mengarahkan energi pada konsolidasi, penguatan fondasi tata kelola, serta persiapan lompatan pembangunan jangka menengah melalui RPJMD 2025–2029. 

Hasil survei publik akhir tahun menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat berada pada level tinggi. Warga memberikan apresiasi terhadap perbaikan layanan kesehatan, keamanan, serta administrasi. 

Sumbawa Hijau Lestari: 546 Ribu Bibit, Hijaukan 2.047 Hektare

​Program “Sumbawa Hijau Lestari” yang digagas pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Drs. H. Mohamad Ansori mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pemulihan ekosistem. 

​Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya mengungkapkan, hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak 546.160 bibit pohon telah berhasil ditanam di atas lahan kritis seluas 2.047 hektar.

Ivan menegaskan, angka ini merupakan buah dari kolaborasi masif antara pemerintah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat.

​”Target kita bukan sekadar menanam, tapi memastikan lahan kritis kembali produktif dan mampu menjadi daerah tangkapan air,” ujar Ivan kepada NTBSatu, Selasa 20 Januari 2026.

Sekda: Pertahanan, Pangan, dan Ekonomi Digarap Sekaligus

Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai lokasi strategis pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang akan ditempatkan di Desa Kereke, Pada Selasa 20 Januari 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo menjelaskan, program nasional ini tidak sekadar memperkuat pertahanan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran Batalyon TP diproyeksikan mendukung program unggulan nasional, terutama di sektor pangan, sekaligus memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Sumbawa.

Selain Batalyon TP, Pemerintah Pusat juga merencanakan pembangunan Batalyon Marinir sebagai bagian dari penguatan Angkatan Laut. Sumbawa pun disiapkan menjadi simpul penting pertahanan dengan dukungan Polairud, Lanal, serta unsur keamanan lainnya. Langkah ini membuka peluang besar bagi daerah, baik dari sisi keamanan, ketertiban, hingga perputaran ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah menilai pembangunan sektor pertahanan ini menjadi pintu masuk penguatan stabilitas sekaligus akselerasi pembangunan Sumbawa ke depan.  

Dinas PUPR Ungkap Kemantapan Jalan 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan menyebut, agresivitas kepemimpinan Bupati Jarot dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat menjadi faktor kunci percepatan pembangunan.

Ruas jalan Maronge – Labuan Sangoro yang dibiayai APBD Kabupaten Sumbawa telah tuntas 100 persen. Penanganan fisik sepanjang 4 kilometer menghasilkan panjang jalan fungsional 11,7 kilometer. Selain itu, ruas Alas – Merente juga berhasil dituntaskan sepanjang sekitar 4 kilometer melalui skema APBD.  Salah satu proyek strategis adalah ruas Batu Dulang – Tepal sepanjang 8 kilometer yang dikerjakan dengan skema kontrak multiyears.

Pemkab Sumbawa juga mengusulkan sejumlah ruas lanjutan untuk memperluas jaringan jalan daerah, di antaranya Tepal – Batu Rotok serta Lenangguar – Teladan, khususnya di wilayah selatan yang memiliki kondisi topografi berat.

Dinas PRKP Fokus Penataaan Estetika  

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, Dian Sidharta memprioritaskan integrasi kawasan ruang terbuka hijau serta optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU). 

Ia juga menjelaskan, pihaknya menjalankan peran strategis untuk mendukung visi misi kepala daerah melalui tiga bidang utama, yakni Kawasan, Pertanahan, dan Prasarana, Sarana, serta Utilitas Umum (PSU).

​Dian mengapresiasi kolaborasi antar-OPD, terutama dalam menata kawasan yang menghubungkan Lembi, Taman Jempol, hingga wilayah Goa. Upaya ini bertujuan menciptakan wajah kota yang lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat.

PRKP juga menempatkan sektor PJU sebagai prioritas untuk mendukung aspek keamanan dan estetika malam hari. ​PRKP mencatat capaian dalam setahun terakhir berupa penataan lampu di sepanjang Jalan Garuda, mulai dari depan UGD RSUD hingga Kelurahan Lempe. Akses menuju SD Lempe kini terlihat jauh lebih terang jika membandingkannya dengan awal masa pemerintahan.

RSUD Tuntaskan Beban Utang 

RSUD Sumbawa menunjukkan transformasi signifikan, baik dari sisi keuangan maupun infrastruktur, berkat dukungan penuh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., dan Drs. H. Mohamad Ansori.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH., mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir rumah sakit berhasil memangkas beban utang sebesar Rp50 miliar dan mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan.

“Pada akhir 2024, RSUD masih menanggung utang Rp67,5 miliar. Berkat kebijakan fiskal yang sehat dan dukungan penuh Bupati dan Wakil Bupati, utang berhasil ditekan menjadi Rp15,8 miliar,” kata dr. Mega kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026.

IJD Batudulang – Tepal Tuntas 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan pengerjaan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) pada ruas tersebut menggunakan skema tahun jamak (multiyears) dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp91 miliar.

​Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengungkapkan, kepastian ini merupakan hasil perjuangan panjang sejak tahun 2020. Mengingat medan yang ekstrem, skema satu tahun anggaran dinilai tidak cukup untuk menuntaskan proyek tersebut.

​”Kondisi topografi wilayah Batudulang-Tepal ini sangat menantang. Sehingga tidak mungkin dilaksanakan hanya dalam satu tahun anggaran atau single-year. Karena itu, kami dan Pak Bupati usulkan dan alhamdulillah disetujui melalui pola multiyears,” ujar Suharmaji kepada NTBSatu, Selasa 20 Januari 2026. 

​Suharmaji merincikan, alokasi anggaran sebesar Rp91 miliar tersebut bersumber dari pemerintah pusat. Sebesar Rp83 miliar dialokasikan untuk pengerjaan fisik konstruksi, sementara sisanya diperuntukkan bagi konsultan pengawas.

​Proyek sepanjang 8,1 kilometer ini telah menandatangani kontrak sejak 22 Desember 2025, dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 26 November 2026 mendatang

Petakan Kompetensi 602 Aparatur  

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus mematangkan sistem meritokrasi untuk mengembangkan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemkab membangun sistem manajemen talenta sebagai acuan utama dalam menempatkan pejabat dan mengembangkan kompetensi aparatur.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Budi Prasetiyo mengungkapkan, pihaknya telah memetakan (profiling) 602 aparatur. Pemetaan ini menyasar pejabat di tingkat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), administrator, hingga pengawas.

​”Kami menyediakan data potensi dan kompetensi ASN secara akurat. Hasil profiling ini mengelompokkan aparatur ke dalam sembilan profil manajemen talenta. Kami menargetkan kolam kesembilan bagi SDM yang memiliki potensi, kompetensi, dan manajerial paling berkualitas,” ujar Budi kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026.

​Budi meyakini sistem ini mempermudah proses penetapan karier aparatur. Selain menjalankan manajemen talenta, Pemkab Sumbawa juga tetap memberlakukan mekanisme seleksi terbuka untuk JPT serta uji kompetensi bagi pejabat eselon III.

​Selain membenahi internal ASN, Budi menjelaskan, Pemkab Sumbawa juga menerapkan budaya koordinasi baru melalui Rapat Koordinasi (Rakor) setiap hari Selasa. Budi memperkenalkan inovasi ini dengan nama Rakor 3W (What, Who, When), yang merupakan budaya baru yang dibentuk oleh Jarot-Ansori.

Kampung Nelayan Merah Putih Sumbawa Berlanjut 

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan progres positif. Tahap pertama di Pulau Bungin telah rampung 100 persen, sementara tahap kedua kembali mengantarkan Sumbawa terpilih dari 35 desa se-Indonesia melalui Desa Labuan Sangoro, Kecamatan Maronge. Pekerjaan tahap ini dijadwalkan dimulai dengan MC 0 pada Sabtu pekan ini menggunakan skema kontrak multiyears hingga Juni 2026.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat mengapresiasi capaian ini tidak lepas dari intensitas koordinasi dan komunikasi Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Hal tersebut menjadi pemicu bagi dinas teknis untuk bergerak cepat mengikuti ritme kerja Bupati Jarot. 

Selain Labuan Sangoro, pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi tahap ketiga, seperti Desa Teluk Santong dan Labuan Jambu, meski keterbatasan lahan pesisir masih menjadi tantangan utama. 

Pemda– PT AMMAN Siapkan Tenaga Kerja Bersertifikasi

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Sumbawa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo menjelaskan, adanya penandatangan pemerintah daerah yang akan disepakati bersama PT Amman Mineral terkait pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK). 

Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan pasar kerja, mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, profesional, dan tersertifikasi nasional, serta memastikan penyaluran lulusan pelatihan ke sektor-sektor yang relevan.

Program ini menekankan tiga hal utama: pemetaan kebutuhan dunia kerja, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan terstandar dan sertifikasi BNSP, serta distribusi alumni pelatihan ke peluang kerja di Sumbawa maupun luar daerah, termasuk luar negeri. PT Amman Mineral dilibatkan sebagai mitra strategis untuk membuka akses dan peluang kerja nyata.

Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemkab Sumbawa melindungi dan memperkuat daya saing tenaga kerja lokal, sejalan dengan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. 

Sumbawa Bentuk Satgas LPG

Distribusi elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sumbawa sepanjang 2025 menghadapi tekanan serius akibat penurunan kuota dan permainan oknum pangkalan. Kuota elpiji tercatat turun dari 11.596 metrik ton pada 2024 menjadi 11.003 metrik ton di 2025. 

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Sumbawa, Ifan Indrajaya pada Selasa, 20 Januari 2026 menjelaskan, pemicu yang menyebabkan kelangkaan di lapangan dan mendorong harga melampaui HET Rp18 ribu – 19 ribu per tabung, bahkan tembus Rp30 ribu hingga Rp50 ribu.

Pemerintah daerah merespons dengan membentuk Satgas Elpiji, melakukan sidak rutin, serta membuka layanan pengaduan berbasis WhatsApp. Hasilnya, dua pangkalan telah dinonaktifkan izinnya karena terbukti melanggar. Namun, pengawasan diakui tidak mudah karena kebocoran informasi dan kuatnya hukum ekonomi: permintaan tinggi di tengah pasokan terbatas.

Pemda kini mendorong keterlibatan Pertamina, agen, aparat penegak hukum, serta percepatan masuknya elpiji 5 kilogram non-subsidi sebagai opsi penyeimbang pasar. Langkah tegas juga disiapkan: pangkalan nakal akan ditutup tanpa ragu demi efek jera dan stabilitas distribusi. 

Sumbawa Targetkan Penambahan Sekolah Rakyat

​Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pendidikan inklusif. 

Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah pengoperasian Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 5, program nasional yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumbawa.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo mengungkapkan, program ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam mendukung terwujudnya visi Generasi Emas 2045.

​”Sekolah Rakyat Dasar 5 ini diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari kelompok Desil 1 dan Desil 2. Kami pemerintah, ingin memastikan adanya keadilan dan pemerataan pendidikan, di mana negara hadir menjamin kualitas bagi warga negaranya, termasuk mereka dari keluarga kemiskinan ekstrem,” ujar Budi kepada NTBSatu, Selasa, 20 Januari 2026.

​Saat ini, lanjut Sekda Budi, SRD 5 telah menerima sebanyak 75 siswa. Berbeda dengan sekolah reguler, SRD 5 menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama. Siswa laki-laki dan perempuan menempati asrama terpisah dengan pengawasan penuh selama 24 jam oleh pengelola sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga wali siswa.

Berani Bentuk Satgas Kehutanan

​Keberhasilan penanaman dalam program Sumbawa Hijau Lestari, dibarengi dengan pengamanan ketat melalui instruksi langsung Jarot-Ansori untuk membentuk Tim Satgas Hutan yang terdiri dari personel Polres Sumbawa, TNI, dan KPH selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB. 

“Satgas ini dibentuk untuk memutus mata rantai illegal logging yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di wilayah hilir,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya. 

Satgas Hutan ini juga mendapat dukungan fasilitas dalam menjalankan tugasnya, yang difasilitasi oleh Jarot-Ansori yakni lima kendaraan motor trail  dan mobil 4×4 untuk memantau rutin keadaan hutan.

“Segala bentuk kebutuhan operasional  tim ketika turun, seperti bensin, makan, minum, dan akomodasi, itu semua kita pemda yang tanggung,” tambahnya.  

​Ivan menceritakan ketegasan tim di lapangan, mulai dari patroli hingga subuh di wilayah Lenangguar di dalam kawasan hutan. 

“Siapa pun yang tertangkap menebang secara ilegal akan diproses tegas. Dampak kerusakan ini nyata, dan kita tidak ingin Sumbawa dihantam banjir akibat hutan hulu yang gundul,” tegasnya.

​Prioritaskan Ambulans untuk Desa Terpencil

​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa terus memacu peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. 

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarif Hidayat mengungkapkan, fokus utama saat ini adalah memperluas jangkauan program ambulans desa guna mempercepat penanganan kasus kedaruratan medis.

Ia menjelaskan, pengadaan ambulans desa merupakan instrumen vital untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan pertolongan pertama secara cepat dan tepat.

​“Ambulans ini ditempatkan di desa untuk menangani kasus-kasus emergency. Tujuannya agar masyarakat yang sakit bisa segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Sarif, Senin, 19 Januari 2026.

​Meskipun program ini sudah berjalan, Sarif mengakui, ketersediaan unit ambulans saat ini belum mampu meng-cover seluruh desa di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu, pihaknya menerapkan skala prioritas dengan mempertimbangkan aspek geografis dan ketersediaan sumber daya manusia. 

Datangkan Proyek Unggas Rp1,6 Triliun 

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengungkapkan, Pemerintah Pusat menetapkan Sumbawa sebagai salah satu lokasi prioritas proyek industri unggas berkelanjutan. Proyek nasional ini menjadi bagian dari lima lokasi strategis yang disurvei secara khusus di seluruh Indonesia.

Bupati Jarot memaparkan, proyek unggas terintegrasi tersebut menjadi peluang besar bagi Sumbawa untuk memasuki rantai pasok pangan berskala nasional.

“Survei di lima lokasi di seluruh Indonesia. Alhamdulillah NTB, khususnya Sumbawa ditunjuk pada tahap pertama,” ujarnya, Rabu, 3 Desember 2025.

Bupati Jarot menjelaskan, proyek unggas berkelanjutan ini tidak hanya fokus pada peternakan, tetapi mencakup semua mata rantai produksi. Mulai dari penyediaan pakan jagung, pusat indukan, produksi telur, pembibitan, budidaya, hingga penyediaan fasilitas cold storage dan packaging.

Bupati Jarot menyebut, proyek ini sebagai model industrialisasi pangan yang lengkap. Dengan konsep terintegrasi, Sumbawa akan masuk dalam peta produksi unggas nasional yang mampu memasok kebutuhan daging dan telur, sekaligus menggerakkan ekonomi petani jagung lokal.

“Ini proyek yang sangat besar. Anggaran tahap pertama saja diperkiran mencapai Rp1,6 triliun per lokasi. Ini bukan hanya peternakan, tapi satu ekosistem industri dari pakan sampai daging beku,” ungkapnya. (11/Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button