BERITA NASIONAL

Bencana Banjir Terus Meningkat di Indonesia, Tembus 1.100 Kasus di 2025

Mataram (NTBSatu) – Peristiwa bencana banjir di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi, jumlah kejadian banjir semakin sering terjadi, terutama sejak tahun 2020.

Akun Instagram @databoks.id merilis grafik yang memperlihatkan tren peristiwa banjir nasional dari 2008 hingga awal Juli 2025.

Pada periode 2008 hingga 2019, jumlah kejadian banjir relatif stabil dan sebagian besar tidak melampaui 1.000 kasus per tahun. Pengecualian terjadi pada tahun 2010, yang mencatat 1.058 kasus banjir.

Namun, sejak 2020 lonjakan signifikan mulai tercatat, jumlah kejadian banjir selalu melebihi 1.000 kasus per tahun. Puncaknya terjadi pada 2021, saat jumlah banjir hampir menyentuh 1.600 kejadian.

IKLAN

Walau terjadi penurunan di beberapa tahun setelahnya, grafik tetap menunjukkan angka di atas 1.000 kasus per tahun.

Memasuki pertengahan 2025, BNPB mencatat sekitar 1.100 kejadian banjir di Indonesia hingga 8 Juli. Jumlah tersebut sudah melampaui rerata tahunan dalam periode 2008–2019.

Dengan enam bulan tersisa hingga akhir tahun, potensi kenaikan jumlah banjir masih terbuka lebar. Kemungkinan besar, total kasus banjir pada 2025 akan melampaui pencatatan tahun-tahun sebelumnya.

Faktor penyebab peningkatan banjir meliputi kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan hijau menjadi permukiman, dan keterbatasan sistem drainase yang tak mampu menahan volume air hujan. Urbanisasi cepat tanpa tata ruang berkelanjutan turut memperburuk situasi.

Langkah penanggulangan banjir harus segera dioptimalkan. Pemerintah Pusat dan daerah perlu fokus pada pembangunan infrastruktur pengendali air, pemulihan fungsi daerah resapan, serta pengawasan terhadap alih fungsi lahan.

IKLAN

Selain itu, edukasi publik dan keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan saluran air dapat memperkuat upaya pencegahan.

Jika penanganan tidak secara menyeluruh dan berkelanjutan, maka banjir akan terus menjadi ancaman tahunan yang merugikan secara sosial dan ekonomi. (*)

Berita Terkait

Back to top button