Penempatan Mahasiswa KKN STKIP Tamsis Bima Fokus Inovasi Pedesaan
Bima (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan X pada Rabu, 16 Juli 2026. Ratusan mahasiswa mengenakan jaket almamater dan memenuhi lapangan utama kampus sebelum berangkat menuju 30 posko yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Bima.
Program KKN tahun 2026 menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa sebelum memasuki tahapan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kampus menargetkan kegiatan tersebut mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.
Melalui penempatan mahasiswa pada berbagai wilayah, STKIP Taman Siswa Bima ingin menghadirkan gagasan baru yang dapat mendukung pembangunan desa. Setiap kelompok mahasiswa membawa program kerja yang menyesuaikan potensi serta tantangan pada wilayah masing-masing.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., meminta seluruh peserta menjadikan tema utama KKN sebagai pedoman dalam menyusun program pengabdian. Menurutnya, setiap kegiatan harus memiliki manfaat yang jelas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain menyusun program yang relevan, mahasiswa juga perlu memiliki rasa percaya diri saat berinteraksi dengan warga. Kampus berharap, seluruh peserta menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama perkuliahan. Sehingga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Hadirkan Solusi bagi Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima memandang KKN sebagai ruang belajar yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori secara langsung. Program tersebut juga menjadi sarana melatih kemampuan menyelesaikan persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah menilai mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan desa. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menggali potensi lokal, menyusun solusi yang tepat, serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program yang berkelanjutan.
Selain kemampuan akademik, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga etika selama menjalankan pengabdian. Mahasiswa diminta menghormati adat istiadat, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjaga nama baik STKIP Taman Siswa Bima selama berada di lokasi KKN.
Program pengabdian tersebut akan berlangsung selama dua bulan. Kampus bersama dosen pembimbing lapangan akan memantau perkembangan setiap posko sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan KKN.
Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk mengukur sejauh mana program kerja mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hasil kegiatan juga menjadi masukan bagi kampus dalam menyempurnakan pelaksanaan KKN pada tahun berikutnya.
Melalui kegiatan ini, STKIP Taman Siswa Bima ingin memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi perdesaan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat melalui program yang berbasis kebutuhan lapangan.
Pelepasan peserta KKN turut menghadirkan jajaran pimpinan STKIP Taman Siswa Bima, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima, dosen pembimbing lapangan, panitia KKN, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Angkatan X. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat sebagai awal pengabdian mahasiswa pada 30 posko di 15 kecamatan Kabupaten Bima. (*)




