Olahraga

Kontroversi di Balik Kegagalan Senegal di Piala Dunia 2026, Dokter Tim Ternyata Spesialis Kandungan

Jakarta (NTBSatu) – Kegagalan timnas Senegal di Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Usai memecat Pape Bouna Thiaw, Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengungkap masalah dokter tim selama turnamen.

Presiden FSF, Abdoulaye Fall, mengatakan dokter yang mendampingi tim nasional ternyata memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis kandungan atau ginekolog.

Menurut Fall, kondisi tersebut baru diketahui ketika Piala Dunia berlangsung dan sempat membuat para pemain meragukan kualitas dukungan medis yang mereka terima.

IKLAN

“Berdasarkan masukan yang saya terima, para pemain tidak cukup yakin bahwa mereka akan mendapat dukungan medis yang memadai darinya,” ujar Fall dalam konferensi pers, mengutip Reuters, Senin, 13 Juli 2026 waktu setempat.

Ia menambahkan, federasi akhirnya mencari bantuan tenaga medis tambahan untuk memberikan rasa tenang kepada para pemain.

“Kami harus mencari tenaga ahli yang benar-benar meyakinkan agar para pemain merasa tenang, karena kesehatan adalah prioritas utama,” kata Fall.

IKLAN

Pernyataan tersebut langsung memicu kontroversi.Asosiasi Kedokteran Olahraga Senegal membantah tudingan bahwa dokter tim tidak memiliki kompetensi menangani atlet.

Dalam pernyataan resminya, asosiasi menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan mencemarkan nama baik.

Menurut asosiasi, dokter timnas Senegal, Abderahmane Fediore, memang pernah menempuh pendidikan sebagai dokter, tetapi juga memiliki diploma spesialis kedokteran olahraga dan biologi olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Cheikh Anta Diop.

Fediore juga memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga. Ia pernah memimpin Departemen Fisioterapi di Rumah Sakit Fann dan telah menjadi dokter timnas Senegal sejak 2017. Selama periode tersebut, ia mendampingi Senegal pada tiga edisi Piala Dunia dan lima Piala Afrika (AFCON). (*)

Artikel Terkait