SMAN 9 Mataram Terapkan Digitalisasi Pembelajaran, Orang Tua hingga Guru Terhubung dalam Satu Aplikasi
Mataram (NTBSatu) – SMAN 9 Mataram mengarahkan teknologi menjadi bagian dari pembelajaran produktif di lingkungan sekolah. Hal ini di tengah tantangan penggunaan gadget dan media sosial pada remaja
Melalui aplikasi Skul.id yang bekerja sama dengan Telkomsel, sekolah mulai menerapkan sistem pembelajaran digital. Sistem tersebut menghubungkan siswa, guru, hingga orang tua dalam satu aplikasi terintegrasi.
Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah mengatakan, digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu langkah sekolah menjawab perkembangan zaman. Tanpa meninggalkan pendekatan karakter dan nilai kemanusiaan.
“Di SMAN 9 kami menggunakan aplikasi Skul.id dari mitra Telkomsel. Anak, guru, dan orang tua terhubung dalam satu aplikasi. Mulai dari absensi, asesmen, hingga kegiatan pembelajaran,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada NTBSatu, Senin 11 Mei 2026.
Menurutnya, penggunaan teknologi di sekolah tidak boleh hanya sebatas mengikuti tren. Melainkan, agar siswa mampu menggunakan gadget secara cerdas dan bertanggung jawab.
“Digitalisasi pembelajaran sudah berjalan di SMA Negeri 9 Mataram. Jadi penggunaan gadget untuk hal yang produktif dan mendukung proses belajar,” katanya.
Melalui sistem tersebut, orang tua juga dapat memantau perkembangan belajar anak secara lebih mudah. Sementara itu, guru memiliki ruang untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif.
Terapkan Sekolah Ramah Anak
Tak hanya fokus pada teknologi, SMAN 9 Mataram juga tetap mempertahankan pendekatan humanis dalam proses pendidikan. Sekolah menjalankan konsep sekolah ramah anak, sekolah sehat, hingga sekolah tanpa hukuman yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Kami juga sekolah sehat dan sekolah tanpa hukuman dan sangat mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan” jelasnya.
Penguatan karakter siswa juga dilakukan melalui Team Disiplin Positif atau Dispo, yang bertugas mendampingi perilaku siswa agar tetap disiplin dan tertib. Selain itu, sekolah mengintegrasikan pendidikan karakter melalui program PM Berkah (Pembelajaran Mendalam yang Berkarakter, Konsisten, Aktif, dan Humanis).
Berbagai program tersebut dipadukan dengan kegiatan budaya dan literasi, seperti Sabtu Budaya, Gerakan Literasi Budaya (ELIDA), hingga Sanggar Teater Songo. Tujuannya, sebagai ruang pengembangan bakat dan identitas budaya siswa
“Teknologi penting, tetapi kedekatan dengan siswa dan pembentukan karakter tetap menjadi prioritas kami,” tutur Nengah.
Selain digitalisasi pembelajaran, SMAN 9 Mataram juga aktif mendorong peningkatan kompetensi akademik siswa melalui simulasi Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kemudian, penguatan literasi bersama Balai Bahasa Provinsi NTB hingga berbagai program pengembangan guru.
Melalui perpaduan teknologi dan pendekatan humanis tersebut, SMAN 9 Mataram berharap mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif, modern. Sekaligus, tetap berorientasi pada pembentukan karakter siswa. (Caca)




