Mengenal Kieran Paloma, Puteri Indonesia NTB yang Nyaris Menang “Best Evening Gown” Sebelum Digantikan Bali
Mataram (NTBSatu) – Ajang Preliminary Puteri Indonesia 2026 menyita perhatian publik, setelah muncul insiden salah sebut saat pengumuman kategori “Best Evening Gown”. Momen tersebut langsung menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Peristiwa ini terjadi pada tahap preliminary, ketika pembawa acara mengumumkan pemenang posisi ketiga. Melansir tayangan YouTube @UpNowMediabymre, pembawa acara Jason Sambouw lebih dulu menyebut perwakilan NTB sebagai peraih posisi tersebut.
Saat itu, NTB mengirimkan Kieran Puti Paloma Dyonitha sebagai delegasi resmi. “Juara ketiga, selamat untuk NTB. Kami mengundang bersama juga designer dari ‘evening gown’-nya,” ungkapnya.
Setelah pengumuman itu, Kieran melangkah ke depan panggung untuk menerima penghargaan. Namun, suasana berubah ketika panitia segera memberikan klarifikasi. Pihak penyelenggara menyatakan, posisi ketiga sebenarnya menjadi milik perwakilan Bali.
Koreksi mendadak ini memicu kritik dari warganet, sementara sebagian besar lainnya menunjukkan simpati kepada Kieran atas situasi yang ia alami.
Perjalanan Kieran Puti Paloma
Sosok Kieran Puti Paloma Dyonitha kini menjadi pusat perhatian publik. Ia menyandang gelar Puteri Indonesia NTB 2026 setelah melalui perjalanan yang penuh tantangan.
Melansir Instagram @officialputeriindonesiantb, Kieran lahir di Mataram pada 18 Mei 2006 dan saat ini menginjak usia 19 tahun. Ia tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram). Sebuah latar belakang akademis yang memperkuat citranya sebagai figur muda berprestasi.
Kemampuan komunikasi yang baik, wawasan luas, serta kepercayaan diri tinggi menjadikan Kieran sebagai salah satu kontestan yang menonjol. Sebelum mengikuti ajang Puteri Indonesia, ia lebih dulu mencatat prestasi melalui gelar Miss Young NTB Photogenic 2022. Pengalaman tersebut membantu membangun mental, serta kemampuannya tampil di depan publik.
Perjalanan Kieran menuju gelar Puteri Indonesia NTB 2026 memiliki cerita unik. Pada Grand Final tingkat provinsi yang berlangsung pada 14 Desember 2025 di Mataram, ia menempati posisi Runner-up 1. Gelar utama saat itu jatuh kepada Nungki Andriani Astuti.
Situasi berubah ketika pemenang utama memutuskan untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi. Kemudian, Kieran naik posisi sebagai penerus mahkota dan menerima tanggung jawab sebagai wakil NTB pada ajang nasional. Ia menjalankan peran tersebut dengan kesiapan penuh, serta profesionalisme tinggi.
Kisah ini menunjukkan, peluang dapat datang kapan saja bagi mereka yang siap. Kieran Paloma membuktikan konsistensi, dedikasi, dan kesiapan mental mampu mengantarkan langkahnya menuju panggung nasional. (*)



