Keluarga Alumni UMY NTB Kuatkan Jejaring Melalui Ngopi Bareng dan Aksi Sosial
Mataram (NTBSatu) – Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mengadakan kegiatan silaturahmi bertajuk “Ngopi Alumni” untuk memperkuat jaringan antar alumni di selasar Museum Negeri NTB, Kota Mataram, pada Minggu, 26 April 2026.
Ketua Panitia, Arief Rachman menjelaskan, agenda ini untuk mengonsolidasikan alumni UMY yang tersebar di seluruh wilayah NTB. “Tujuan salah satunya menguatkan silaturahmi antar alumni yang kemudian bersama-sama membangun komunikasi, sekaligus menguatkan jejaring alumni UMY di NTB,” jelas Arief.
Sinergi Membangun Daerah
Arief menambahkan, kegiatan ini berlangsung secara informal wadah diskusi bagi para alumni untuk menuangkan ide-idenya agar ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Di seluruh NTB lulusan UMY dari tahun 1988 sampai saat ini. Silaturahmi ini utk menguatkan jejaring, supaya kita bisa berperan dalam mendukung pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.
Acara dihadiri oleh 200 alumni, termasuk Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. “Pak Gubernur kita adalah alumni UMY. Jadi kami sebagai sesama alumni, siap mendukung program-program Gubernur untuk memajukan daerah,” kata Arief.
Sejauh ini, KAUMY NTB aktif bergerak di bidang sosial dan lingkungan. “Kami aktif di bidang sosial. Salah satunya, kita kemarin buat desa binaan di wilayah Lembar, kita memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu. Kita berikan polybag dan pendampingan penanaman cabai, agar bisa ikut mendukung ketahanan pangan saat semua harga naik,” jelas Arief.
Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam yang juga merupakan alumni UMY memfasilitasi tempat berlangsungnya acara. “Saya ini dimintai tolong untuk memfasilitasi, itu diselenggarakan oleh pengurus KAUMY NTB,” ujarnya.
Ia menambahkan, seruan Gubernur NTB untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Alumni ini kan banyak yang di pemerintahan, partai politik, akademisi, bidang kesehatan, dan masih banyak lagi. Jadi Pak Gubernur minta kami untuk mendukung pembangunan NTB di bidang kami masing-masing, terlebih dalam isu kemiskinan,” imbuh Alam, sapaan akrabnya.
Arief menjelaskan, dana untuk setiap kegiatan berasal dari sumbangan para alumni. “Kita kadang-kadang dapat sumbangan dari pusat, untuk fundraising-nya dari alumni-alumni yang memiliki kepedulian untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah NTB, seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur tadi,” ujarnya.
Acara reuni mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari para alumni. “Alhamdulillah, acaranya berjalan dengan lancar karena acara yang kita buat itu santai, tidak formal. Jadi kita nostalgia-nostalgia saja. Teman-teman alumni antusias, termasuk Pak Gubernur juga, karena kadang suasana seperti ini bisa memunculkan ide-ide besar selanjutnya,” tutup Arief. (Ashri)



