Kota Bima

Pemkot Bima dan Imigrasi Kompak Perkuat Layanan Publik dan Program Lingkungan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bima terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan layanan publik serta mendorong program peduli lingkungan.

Komitmen tersebut terlihat saat jajaran Imigrasi menggelar kunjungan silaturahmi ke Ruang Kerja Wali Kota Bima pada Selasa, 7 April 2026.

IKLAN

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Imigrasi. Ia menilai, peran Imigrasi sangat penting dalam membantu masyarakat, terutama terkait layanan keimigrasian.

“Terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi yang terjalin pada hari ini. Kehadiran Kantor Imigrasi sangat penting dalam membantu masyarakat, khususnya dalam pelayanan keimigrasian dan pengurusan paspor,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bima, Joko Widodo, turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemkot Bima. Ia menegaskan, komitmen untuk terus membangun kerja sama yang solid ke depan, khususnya dalam pengawasan serta peningkatan kualitas layanan keimigrasian bagi masyarakat.

Fokus Layanan Publik dan Gerakan Lingkungan

Selain membahas pelayanan publik, pertemuan tersebut juga menghadirkan pembahasan terkait program lingkungan. Wali Kota Bima memaparkan rencana pelaksanaan program “Rabu Ramah Sampah” yang menyasar seluruh aparatur sipil negara.

Melalui program ini, setiap ASN membawa sampah plastik dari rumah menuju kantor setiap hari Rabu. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran bersama, sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

Pemkot Bima menggandeng Dinas Lingkungan Hidup untuk mengoordinasikan pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran ASN sebagai agen perubahan dalam mengurangi sampah plastik.

Gerakan “Rabu Ramah Sampah” menjadi bagian dari upaya besar menuju program Kota Bima BISA, yang mencakup Bersih, Indah, Sehat, dan Asri. Program tersebut menargetkan terciptanya lingkungan kota yang lebih tertata, serta budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di tengah masyarakat.

Setelah pembahasan utama selesai, kedua pihak melanjutkan dialog santai terkait peluang kerja sama lintas sektor. Diskusi tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung pembangunan daerah. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button