Matangkan Persiapan Mudik 2026, Dinas Perhubungan KSB Petakan Tiga Titik Posko Strategis
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai mematangkan langkah strategis guna menyambut arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama tahun ini adalah memetakan tiga titik posko strategi, serta keamanan di titik rawan dan kelayakan angkutan umum melalui pengawasan ketat.
Kepala Dinas Perhubungan KSB, M. Suharno, S.Sos, M.M.Inov., mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan lima langkah kunci untuk menjamin kenyamanan pemudik yang melintasi Bumi Pariri Lema Bariri.
Suharno menjelaskan, identifikasi titik rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan menjadi prioritas awal. Meski volume kendaraan di KSB tidak sepadat Kota Mataram, pihaknya tetap menyiapkan jalur alternatif jika terjadi penumpukan.
“KSB memang kota kecil, tidak sepadat Mataram, namun rekayasa tetap kami siapkan. Kami juga akan menempatkan petugas pengatur lalu lintas di lokasi-lokasi strategis,” ujar Suharno kepada NTBSatu, Jumat, 6 Maret 2026.
Pengawasan Ketat Angkutan Umum
Dinas Perhubungan KSB memastikan, akan melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan secara langsung terhadap seluruh armada angkutan umum. Selain kelayakan teknis, administrasi perizinan dan penertiban angkutan ilegal juga menjadi sasaran.
Hal menarik yang ditekankan Suharno adalah pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), terutama truk pengangkut batu bara. “Belajar dari kejadian sebelumnya, ceceran batu bara di jalan akibat bak yang tidak tertutup rapi sangat membahayakan pengguna jalan lain. Ini akan kami awasi ketat,” tegasnya.
Fasilitas Terminal dan PJU
Terkait infrastruktur, Dinas Perhubungan KSB tengah mengecek kesiapan terminal. Saat ini, Terminal Tipe B di PBN (Tanah Merah) telah dikelola provinsi. Sementara itu, Pemerintah KSB merencanakan pembangunan Terminal Tipe C di Kecamatan Maluk untuk mengakomodasi kepadatan di wilayah selatan.
Selain itu, pemerintah daerah terus melakukan perbaikan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemasangan rambu sementara yang bersifat dinamis (portable) agar jalur mudik tetap terang dan informatif di malam hari.
Posko Terpadu di Tiga Titik
Untuk memberikan pelayanan maksimal, Pemerintah KSB akan mendirikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di tiga lokasi utama:
- Labuan Poto Tano: Sebagai pintu masuk utama Pulau Sumbawa;
- Taliwang: Pusat kota dan titik temu arus kendaraan;
- Maluk: Bertempat di Polsek Maluk untuk memantau wilayah Selatan.
Posko ini akan melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Jasa Raharja.
Peningkatan Keselamatan dan Area Istirahat
Menariknya, tahun ini Dinas Perhubungan KSB memberikan perhatian lebih pada kondisi fisik pengemudi. Berkoordinasi dengan tim medis, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi sopir angkutan umum.
“Kami siapkan area istirahat. Jika pengemudi mengantuk, kami sarankan istirahat dulu, jangan dipaksa. Keselamatan adalah yang utama,” tambahnya.
Membandingkan dengan tahun 2025, Suharno mencatat adanya potensi peningkatan jumlah kendaraan. Namun, hal ini diimbangi dengan progres perluasan jalan dan pembukaan jalur-jalur baru yang kini bisa berfungsi sebagai alternatif guna meminimalisir risiko kecelakaan.
“Harapan kami, dengan koordinasi yang baik, mudik 2026 ini berjalan lancar, aman, dan selamat. Masyarakat bisa kembali ke kampung halaman dengan nyaman,” tutupnya. (Andini)



