PBNU Resmikan 41 Dapur MBG di Lombok, Target 1.000 SPPG
Pastikan Standarisasi Program MBG
Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev menekankan pentingnya pembentukan forum pengelola dapur di bawah fasilitasi TKA-PBNU.
Langkah tersebut untuk memastikan standarisasi pengelolaan serta keberlanjutan program di berbagai provinsi, dengan tujuan akhir mendorong kemandirian pangan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia secara luas.
Menutup rangkaian acara, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyoroti dampak ekonomi mikro dari keberadaan dapur-dapur SPPG di pesantren.
Menurutnya, model ini membalik paradigma pembangunan dari hilir ke hulu. Penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal menciptakan jaminan pasar yang stabil.
“Pesantren akan menjadi basis baru kekuatan ekonomi umat. Dimulai dari SPPG, kita berharap ini merambah ke kemandirian peternakan dan pertanian di lingkungan pesantren. Jika ini terjadi, kekuatan ekonomi rakyat akan tercipta secara masif,” tutur Iqbal. (*)



