Harga Cabai di Lombok Timur Meroket di Awal Ramadan
Sementara itu, Ketua Program Champion Cabai Kabupaten Lombok Timur, Subhan menyebut, kerusakan tanaman terjadi pada sebagian besar lahan yang diproyeksikan panen menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
“Seharusnya sebagian lahan sudah siap panen. Namun, karena cuaca ekstrem, banyak tanaman mati dan gagal berproduksi. Inilah yang memicu lonjakan harga,” ujar Subhan.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga akhir Desember tahun lalu, harga cabai relatif stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Penurunan produksi yang signifikan membuat harga melonjak drastis hingga menyentuh Rp100.000 per kilogram di tingkat pasar.
Selain faktor cuaca, pola panen tahunan petani turut memengaruhi terbatasnya pasokan pada awal Ramadan.
Subhan mengatakan, masyarakat petani biasanya tidak melakukan panen pada periode H-3 hingga H+3 Ramadan karena fokus pada persiapan ibadah puasa dan penyesuaian aktivitas di awal bulan suci.
Kondisi tersebut membuat distribusi cabai tersendat pada momen permintaan tinggi, sehingga mempercepat kenaikan harga di pasar.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha diharapkan dapat menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penguatan distribusi antardaerah, guna menekan lonjakan harga selama Ramadan berlangsung. (*)



