Politik

Ayam Taliwang hingga Harta Karun 230 Kilogram Emas, Komisi X DPR RI Soroti Besarnya Potensi Sejarah Lombok

Banyaknya Potensi Sejarah Lombok

Senada dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Bonnie Triyana mengungkapkan, kunjungan tersebut bertujuan menyerap aspirasi tokoh masyarakat, budayawan, dan sejarawan di Mataram. Ia menyoroti, besarnya warisan Kerajaan Lombok Karangasem yang Belanda rampas dalam dua ekspedisi kolonial pada 1894.

“Dari arsip yang saya lihat, ada 16 peti dari Puri Cakranegara. Kalau dihitung, itu sekitar 230 kilogram emas. Belum termasuk perak, perhiasan, dan keris,” ungkap Bonnie, yang sejak 2010 terlibat dalam tim repatriasi benda milik Indonesia di Belanda.

Sebanyak 335 objek warisan Lombok Karangasem tercatat dalam proses repatriasi, meski tidak semuanya bisa Pemerintah Belanda kembalikan. Salah satu naskah penting yang telah kembali adalah Kitab Negarakertagama.

Bonnie menegaskan, setelah benda-benda itu kembali ke Indonesia, pemerintah harus menyusun mekanisme yang jelas. Apakah akan Pemerintah Pusat kembalikan ke daerah atau menjadi cagar budaya nasional.

“Jangan hanya melihat benda itu sebagai barang bernilai fantastis. Di dalamnya ada muatan pengetahuan yang harus diproduksi lewat riset, agar masyarakat bisa belajar nilai sejarahnya,” tegasnya.

Ia bahkan mencontohkan Lapangan Waterloo di Belgia. Lokasi kekalahan Napoleon, yang hanya memiliki tanda plang sederhana, namun mampu menarik 300 ribu pengunjung per tahun.

Menurutnya, Lombok bisa mengambil pelajaran serupa dengan mengemas sejarah sebagai kekuatan edukasi sekaligus penggerak ekonomi. “Bayangkan kalau Lombok bisa seperti itu. Sejarahnya hidup, ekonominya bergerak,” katanya. (Zani)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button