Awal 2026, Realisasi Tanam Padi dan Jagung di Sumbawa Capai Ratusan Ribu Hektare
Capaian Produksi 2025
Lebih lanjut, Ni Wayan memaparkan, penghitungan capaian sektor pertanian dalam satu siklus tahunan yang berakhir pada bulan September. Siklus tersebut terbagi menjadi fase Musim Hujan (Oktober-Maret) serta Musim Kemarau 1 dan 2 (April-September).
”Gabungan satu tahun itu dari Oktober-Maret, ditambah MK 1 dan MK 2 sampai September. Begitu masuk Oktober tahun ini, itu sudah tidak masuk lagi ke angka tanam 2026. Melainkan, masuk ke tahun 2027,” jelasnya secara detail mengenai pola tanam daerah.
Sebagai bahan evaluasi, Dinas Pertanian juga merinci capaian produksi pada tahun 2025 sebagai berikut: Padi, realisasi tanam 72.914 hektare dengan produksi 373.263 ton. Jagung, realisasi tanam 93.660 hektar dengan produksi 664.545 ton.
Kemudian, Bawang Merah realisasi tanam 3.053,95 hektare dengan produksi 30.807,54 ton. Cabai Rawit, realisasi tanam 627,15 hektare dengan produksi 7.492,68 ton.
Dinas Pertanian berkomitmen melalui koordinasi yang intensif dan pemantauan pola tanam yang tepat, target swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa tetap terjaga.
“Kami akan terus melaporkan perkembangannya, supaya angka tanam kita tidak salah dan target tahunan dapat tercapai maksimal,” tutupnya. (*)



