Pendidikan

Pimpinan Unbim MFH Bantah Dugaan Jual Beli dan Pungli Beasiswa KIP Kuliah

Tudingan Pendaftaran KIP Berbayar

Idham juga menepis, tudingan kampus memungut biaya untuk pendaftaran KIP. Menurutnya, pengusulan KIP justru oleh pihak kampus ke LLDIKTI sesuai kuota yang tersedia.

“Kami sudah mengusulkan sekitar 400 mahasiswa, tetapi yang disetujui hanya 100 orang. Itu di luar kendali kampus,” katanya.

Terkait pengawasan, ia menyebut, Unbim MFH telah berkoordinasi dan dibina Ombudsman RI Perwakilan NTB sejak 2022. Pembinaan ini memastikan kampus memahami jenis biaya yang boleh dan tidak boleh ditarik dari mahasiswa. Sehingga, kata Idham, kampus benar- benar sudah paham mekanismenya.

“Sejak 2022 kita udah dibina, kami juga paham apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” tegas Idham.

Polemik Biaya Praktikum

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unbim MFH, Hizriansyah, S.K.M., M.P.H., menjelaskan polemik pembayaran biaya praktikum. Ia menerangkan, semua itu berkaitan dengan kebijakan akademik.

Ia menilai, kampus memiliki skema sendiri dan publik bisa mengetahui skema itu secara terbuka. Terlebih lagi, semua itu tertuang dalam Surat Keputusan Rektor yang mestinya bisa mahasiswa baru baca saat masuk.

“Kami memiliki dua skema, yakni praktikum berbasis mata kuliah di semester ganjil dan magang mandiri di semester genap dengan durasi lebih panjang. Semua itu sudah diatur dan diumumkan secara terbuka,” ujarnya.

Hizriansyah menyayangkan, adanya pemberitaan yang ia nilai tidak utuh dan tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pihak kampus.

“Kami tidak menutup diri. Laporan itu hak warga negara, tapi jangan divonis lebih dulu. Kami siap diaudit dan terbuka,” tegas Hizriansyah.

Minta Media Lebih Bijak

Senada, Kepala Bagian Kemahasiswaan Unbim MFH, Syahrul, S.Sos., M.M., menegaskan, pihak kampus telah membuka ruang klarifikasi. Ia berharap, media tidak membangun framing yang merugikan satu pihak saja, terkhusus kampus.

Syahrul juga menyesalkan beberapa oknum media yang melebih-lebihkan dalam pemberitaan. Ia menyayangkan, media yang hanya menggambarkan dari satu sisi tanpa klarifikasi ke pihak kampus.

“Kami sudah terbuka sejak awal. Kami hanya berharap pemberitaan dilakukan secara berimbang dan tidak menggiring opini,” tegasnya. (Zani)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button