Ekonomi Bisnis

Distribusi Sapi Bima-Dompu Terancam Macet, Asosiasi Ingatkan Kesiapan Kapal Angkut

Minta Pemerintah Pastikan Pengiriman

Asosiasi mendesak Pelindo, Kementerian Perhubungan, serta Pemerintah Provinsi NTB untuk segera mengambil langkah nyata. Termasuk, penambahan armada dan pengaturan khusus angkutan ternak agar distribusi berjalan lancar.

Setiap tahun, wilayah Bima-Dompu di Pulau Sumbawa memasok sekitar 20 ribu ekor sapi ke wilayah Jabodetabek untuk kebutuhan Iduladha. Aktivitas tersebut menjadi sumber penghidupan utama ribuan peternak dan pedagang.

Menurut Furkan, kontribusi ekonomi dari sektor peternakan sapi di wilayah tersebut sangat signifikan.

“Perputaran ekonomi dari sektor peternakan sapi Bima–Dompu hampir mencapai Rp500 miliar per tahun. Ini bukan angka kecil. Tapi ironisnya, perhatian terhadap kesiapan armada kapal masih minim,” katanya.

Ia menegaskan, masalah distribusi ternak seharusnya sudah menjadi agenda perencanaan tahunan lintas instansi. Bukan hanya ditangani ketika persoalan muncul di lapangan.

“Ini siklus tahunan, bukan kejadian tak terduga. Jadi harus ada perencanaan, bukan reaksi dadakan. Kalau pengiriman tersendat, peternak rugi, pedagang rugi, dan rantai pasok daging nasional ikut terganggu,” tambahnya.

Asosiasi berharap, seluruh pemangku kepentingan segera berkoordinasi untuk memastikan kelancaran pengiriman ternak dari NTB agar potensi kerugian ekonomi maupun kematian hewan tidak kembali terjadi.

“Selama ini bagi masyarakat Bima-Dompu dan Sumbawa. Musim idul qurban ibarat pesta rakyat, untuk mencari rezeki dengan membawa sapi ke Jabodetabek dan hasil itu sebagai penopang ekonomi mereka. Maka perlu harus diperhatikan,” tutupnya. (Zani)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button